Alhamdulillah sy sekeluarga sehat wal-afiyah. Smg juga keadaan Antum. Trm kasih saran yang baik dari Antum. Sy memang ada niat seperti itu. Mohn doanya, sy ada rencana buat buku paket amalan dan doa pilihan bulan Sya’ban dan Ramadhan.
Apa Kabar….
Ustad terima kasih banyak ustad mau menulis dalam blog ini. Saya sungguh senang karena banyak sekali manfaatnya buat saya dan keluarga khususnya, dan yang lain pada umumnya.
Assalamualaikum wr,wb.
Salam mkenal Ust, semoga ilmunya berkah,,amin.
namun untuk hadits2 yang antum kutip itu, apakah sudah dketahui statusnya, maslahnya bnayk hadits2 daif bahkan mungkar,,jazakallah.
Hadis2 yang saya kutip disini adalah hadis2 shahih dan mutawatir. Karena hadis2 tersebut bersumber dari keluarga Nabi saw dan para sahabatnya yang terkemuka. Selain itu sdh diteliti oleh ulama2 ahli hadis. Saya juga takut mempublikasikan hadis2 yg dhaif, munkar, apalagi yang maudhu’.
Assalamualaikum,pak.
Saya lihat banyak hadis2 di blog bapak ini merupakan hadis maudhu’,pak. Bapak tidak takutkah sama amaran Rasulullah Sallahu Alayhi Wasallam akan pendustaan atas nama Baginda Sallahu Alayhi Wasallam? Sudah pasti bapak takut bukan? Bapak pasti menyayangi kaum keluarga Rasulullah Sallahu Alayhi Wasallam,maka sudah pasti bapak menyayangi dan mencintai Rasulullah Sallahu Alayhi Wasallam,jadi apa perlu bapak mendustakan orang yang bapak cintai itu? Jika bapak mengatakan hadis2 itu sohih dan mutawatir,siapakah yang mensohihkannya? Siapakah ulama2 hadis yang bapak maksudkan? Saya hanya inginkan kebenaran ya,pak.
Untuk Pak Nazrin
Maaf Pak, sblm sy menjawab pertanyaan Bpk, sy mau tanya dulu: apa dasar Bpk mengatakan hadis2 tersebut dhaif atau mawdhu? apa ukurannya mendhaifkan atau memawdhu’kan suatu hadis? Bukankah semua itu merujuk kepada ulama? Apakah Bpk sdh melakukan penelitian sendiri ttg hadis2 tersebut?
Bapak perlu ketahui bahwa ulama ahli hadis itu sendiri berbeda pendapat dlm hal menetapkan shahih atau tidaknya suatu hadis. Kl tdk percaya baca kitab Musnad Ahmad bin Hanbal dan kitab Mustadrak Al-Hakim. Bpk sdh bc dua kitab ini? Kl blm baca dulu, spy lebih asyik diskusi kita, dan bpk akan tahu bahwa ulama ahli hadis itu berbeda2 pendapat ttg keshahihan dan kedhaifan hadis.
Maaf sekali lagi Pak, Bpk sudah baca hadis2 dan ilmu hadis dari kalangan ulama Ahlul bait Nabi saw? kl blm, baca dulu, jgn mudah membuat kesimpulan sebelum membaca dan mengetahuinya.
Adapun yang sy maksud ulama dalam blog ini adalah ulama dari Ahlul bait Nabi saw, misalnya Allamah Al-Majlisi penulis kitab hadis “Al-Bihar” 120 jilid, Allamah ِAl-Amili penulis kitab hadis “Al-wasail” 30 jilid, Allamah Syeikh Abbas penulis kitab “Mafatihul Jinan” kumpulan amalan dan doa2 yang menjadi rujukan ulama2 besar dari kalangan Ahlul bait Nabi saw, dan ulama lainnya. Yg jelas mereka jauh lebih alim ketimbang kita ttg hadis2 Nabi saw, mana yg shahih, yg dhaif dan yang mawdhu’.
Secara lebih rinci tolong Bpk jawab pertanyaan2 sy ttg sekitar keutamaan dan amalan Nishfu sya’ban: hadisnya shahih atau dhaif? silahkan klik disini: http://syamsuri149.wordpress.com
Kita bisa lanjutkan diskusi kita disitu. Sy senang diskusi utk sharing ilmu2 keislaman, baik yg bersumber dari Ahlussunnah maupun Ahlul bait Nabi saw.
Kl Bpk ingin tahu yang lebih seru lagi ttg perdebatan argumentatif antara ulama ahli hadis soal hadis shahih, dhaif dan mawdhu’ dalam topik yg lain, silah berkunjung ke blog sy yang lain, bagian Asbab Nuzul, kedua: Ayat-ayat Kepemimpinan, di: http://tafsirtematis.wordpress.com
Saya sangat bersyukur kepada Alloh SWT karena bisa menemukan website yang bicara banyak menyangkut dalil-dalil amalan keagamaan khususnya mengenai bulan Sya’ban. moga kita semua bisa mengamalkan apa yang sudah disajikan bapak K.H. Syamsuri Rifa’i ini. dan saya yaqin yang ditulis disini adalah kebenaran yang belum saya dapati secara rinci dari sumber lain. Jazaakumullohu Khoirol Jazaa’. Alwi Husein Alkaff Jember
Assalamu’alaikum wr.wb
Terima kasih responnya Ya Akhina Sayyid Alwi Alkaff, di Jember. Salam ta’zhim sy pada sdr2 kita di Jember. Doakan saya sekeluarga smg sll dlm lindungan Allah swt dan syafaat Rasulullah saw dan AB-nya. Sy sedang menterjemahkan keutamaan bln Ramadhan secara lebih detail hari per-hari, berikut amalan dan doa2nya, juga keutamaan Malam Al-Qadar dan amalannya secara lebih detail, insya Allah sblm memasuki bln Ramadhan sy akan posting di blog ini. Mhn informasikan pada Ikhwan2 kita. Terima kasih.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, saya dapat menermukan tulisan-tulisan yang berbobot untuk menambah ilmu dan pemahaman agama yang lebih baik. Insyal Allah mail ini bisa digunakan juga bagi teman-teman yang lain dengan sebaik-baiknya, Amin.
Assalamualaikum Wr. Wb
Mohon do’a restu semoga segala amal ibadah di bulan suci Ramadhan maupun di luarnya diterima di sisi Allah, dan semoga Pak Kyai sekeluarga selalu mendapat hidayah dan inayah dari-Nya. Amin
al-Fakir, Muhammad Luthfi Ghozali
Ponpes al Fithrah, Gunungpati, Semarang. http://ponpesalfithrahgp.wordpress.com http://indonetwork.co.id/abshor/profil
E mail: malfi_ali@yahoo.com
Wassalam wr.wb
Trm kasih respon positifnya, smg kita sll dlm lindungan Allah swt, ampunan dan keberkahan-Nya. Untuk Ponpes Al-Fitrah, Gunungpati Semarang smg sll dalam karunia Allah swt dan bimbingan-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin.
Saya menyampaikan selamat melaksanakan ibadah shoum romadhon 1429 H kepada semuanya saja terutama untuk bapak KH. Syamsul Rifa’i, semoga dengan shoum ini kita diberi kekuatan dan ketetapan Iman dan Islam dan selalu istiqomah dalam menjalankan perintah atas petunjuk Alloh SWT.
Asslmkum Wr.Wb
Asmkum KH. Syamsul Rifa’i smoga bapak dalam keadaan sehat-sehat walafiat.amien
Alhamdulillah blog bapak banyak ilmu yang dapat bermamfaat buat kita semua.
oh ya kyai saya mau bertanya tentang kegiatan iktikaf pada malam 10 trakhir ramadhan kloe bisa pak kyai uraikan secara rinci kegiatan-kegiatan apa saja yang harus kita lakukan sehingga insya Allah bisa menjumpai malam lailatulaQadar..
trimkasih pak kyai smoga Allah memberi rahmat untuk kita semua.amien
trimkasih
wasslmkum wr.wb
Assalamualaikum
subhanalloh, Alhamdulillah, Astagfirullah,
Pak kyai syamsuri, ,,,salam kenal, dan saya ingin mengucapkan terimakasih atas keterangan-keterangan yang disampaikan oleh pak kyai,,,
doakan saya agar bisa mengamalkan dan menyebarkannya bila memang apa yang pak kyai tulis suatu kebenaran , sekalian juga minta ijin,,,
dan tolong juga doakan saya agar mendapat Petunjuk, hidayah, kemudahan dan ridho Alloh selalu dalam mencari kebenaran
Wassalam wr.wb
Untuk Pak Wan
Insya Allah, utk amalan dan doa2 di 10 malam terakhir, akan saya posting sblm memasukinya. Kita saling mendoakan smg termasuk orang2 yang mendapatkan Laylatul Qadar. Amin ya Rabbal ‘alamin.
Untuk Pak Dhani
Sama2 Pak, kita saling mendoakan. Soal ikut menyebarkan, silahkan Pak, mdh2an bermanfaat bagi kita semua.
Salam buat semua pengguna situs ini : Selamat menunaikan ibadah shoum Romadhon 1429 H, semoga kita semua Umat Islam diberikan kekuatan Iman dan Istiqomah dalam jalur kebenaran dalam mencapai keridhoan Alloh SWT. Kita harus tetap berpegang teguh kepada ajaran Alloh dan Rosulnya yang terbaik.. Amien.
SALAM BUAT SEMUA PEMBACA SITUS INI. SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H. MOHON MAAF ATAS SEGALA KESALAHAN DAN KEKHILAFAN YANG PERNAH SAYA PERBUAT. MINAL ‘AIDIN WAL FAIZIN. SALAM SILATURRAHIM
Assalamu’alaykum wr. wb
Saya telah dapat manfaatkan sungguh, arikel disini. Maka saya telah ‘copy’ & ‘paste’ tanpa edit, dgn pautan ka website ini sejak Ramadhan yg baru berlalu. Kira nya dapat izinkan saya melakukan nya terus terusan.
Aroma Kristen di Balik Hari Valentine
Oleh : Fauzi Mushoffa
Valentine Day (Hari Valentine) sudah menjadi tren perayaan cinta di negara kita, negara Indonesia. Para remaja bersuka-ria menyambut kedatangannya dengan berbagai ekspresi yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam dan tradisi leluhur kita. Orang-orang dari generasi tua pun, tidak sedikit yang ikut-ikut bergabung, atau minimal membiarkan anak-anak mereka merayakannya dengan hal-hal yang berbau pergaulan bebas. Para remaja kita menghabiskan banyak uang dan waktu untuk memperingatinya, karena menurut mereka hari itu adalah hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang pada orang yang dicintainya.
Asal Mula Hari Valentine
Ada banyak versi tentang Valentine, di antaranya adalah kisah Pendeta Santo Valentinus yang dihukum mati pada tanggal 14 februari 270 M oleh Kaisar Romawi Claudius II karena menentang perintah-perintahnya. Pada waktu itu, kerajaan tersebut sedang gencar-gencarnya melakukan invasi ke kerajaan-kerajaan lain. Claudius II menilai bahwa tentaranya yang belum kawin lebih tabah berperang, sekalipun berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, daripada mereka yang sudah menikah. Oleh karena itu, raja ambisius ini melarang para pemuda menikah dan memerintah agar menjadi prajuritnya. Namun St. Valentinus yang sedang asyik menjalani percintaannya tidak memperdulikan larangan itu, sekalipun akan berdampak negatif pada dirinya. Dia menikah di gereja dengan sembunyi-sembunyi, tapi hal itu tercium juga oleh Claudius II. Dan akhirnya Valentinuspun ditangkap dan dipenjara. Ketika mendekam di penjara, dia berkenalan dengan putri salah satu petugas yang sedang sakit, lalu dia mengobatinya hingga sembuh dan hatinya terpaut pada perempuan jelita itu. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu bertuliskan “dari yang tulus cintanya, Valentinus”.
Menurut versi kedua, St. Valentinus adalah misionaris Kristen yang datang ke Romawi dan mengajak penduduk setempat memeluk agama yang dibawanya. Setelah misi tersebut sampai ke telinga Claudius II dan dianggap akan mengganggu stabilitas kerajaannya, maka Claudius II menangkap dan menjatuhinya hukuman mati.
Sedangkan versi lain menyebutkan, ketika Kristen tersebar di daratan Eropa, di salah satu desa ada sebuah tradisi yang menarik perhatian para pendeta, yaitu setiap pertengahan Februari para pemuda berkumpul dan menulis nama-nama gadis di desa tersebut lalu dimasukkan ke dalam sebuah kotak. Setelah itu masing-masing mereka mengambil satu persatu nama yang telah dimasukkan. Nama gadis yang keluar dari kotak tersebut akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun dan saling kirim kartu yang bertuliskan “dengan nama tuhan ibu”.
Akibat sulitnya mengubah tradisi tersebut, maka para pendeta itu memutuskan untuk mengubah kata “dengan nama tuhan ibu” yang sudah mengakar jadi keyakinan dengan kata “dengan nama pendeta Valentine”, sehingga bisa mengikat para pemuda desa itu dengan agama Kristen yang menjadi misi utama para pendeta itu mendatangi daratan Eropa.
Beberapa tahun kemudian, peringatan Valentine Day berkembang pesat seiring dengan pesatnya perkembangan Agama Kristen di Eropa.Kemudian Paus Gelasius mendeklarasikan tanggal 14 Februari sebagai Valentine Day sekitar tahun 498 M. Demikianlah legenda-legenda seputar Valentine Day, meski masih terjadi banyak kesimpangsiuran mengenai hal ini.
Di Balik Hari Valentine
Bila merujuk pada sejarah di atas, maka budaya perayaan Hari Valentine sebetulnya adalah salah satu trik dari sekian banyak trik kristenisasi, untuk melepas dan menghancurkan keyakinan kita secara perlahan tanpa kita sadari. Tapi ironisnya, kita yang diperintah untuk mengikuti jejak langkah Rasulullah r kadang juga ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, yang sebetulnya dirayakan oleh umat Kristiani untuk mengenang kembali kematian seorang pendeta Kristen yang mati dibalik jeruji besi. Padahal, kita tidak pernah mengingat kematian para tokoh Islam seperti Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Hamzah bin Abdil Mutthallib, dan lainnya yang mati terbunuh dengan cara yang sadis dan mengenaskan ketika mereka mempertahankan ajaran mulia yang diembannya.
Maka, bagi umat Islam sangat tidak layak ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, karena perayaan itu adalah hari raya dan tradisi orang-orang musyrik yang bertujuan untuk mengenang kematian seorang pendeta dan untuk mengikat hati orang-orang yang merayakannya dengan agama kafir. Harus kita ingat bahwa dalam riwayat Abdullah bin Umar, Rasulullah pernah menyatakan.
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
Artinya : “Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dalam golongan mereka.” (HR Abu Dawud: 3512)
Menurut al-Munawi dan al-Alqami, kata tasyabbaha biqaumin (menyerupai suatu kaum) memiliki arti berhias diri, berperilaku, dan melakukan tradisi sama dengan mereka. Jadi, orang yang meniru suatu kelompok dalam berpakaian, berperilaku, atau melakukan tradisi mereka, maka dia akan mendapatkan dosa yang sama dengan kelompok tersebut, apabila yang ditiru adalah perbutan buruk; dan mendapat pahala yang sama dengan kelompok tersebut, apabila yang ditiru adalah perbuatan baik.
Maka, atas dasar hal ini, kita mesti menerapkan filter yang ketat dalam menerima budaya dan tradisi orang lain. Budaya dan tradisi itu harus diukur dengan ukuran-ukuran syariat. Karena, Islam melarang kita meniru budaya atau menggunakan atribut-atribut yang biasa digunakan oleh orang-orang fasik, apalagi orang-orang kafir.
Sumber: Sidogiri.com
Satu tanggapan ke “Aroma Kristen di Balik Hari Valentine”
RABITHAH ALAWIYAH
Sejarah
SEKILAS GAMBARAN UMUM RABITHAH ALAWIYAH
Latar Belakang.
Dalam rangka memelihara dan meningkatkan harkat dan martabat umat Islam di Indonesia, khususnya keluarga Alawiyin melalui usaha-usaha social kemasyarakatan dan pendidikan serta da’wah Islamiyah melalui pembinaan akhlak karimah serta ukhuwah Islamiyah dalam persatuan berbangsa dan bernegara, maka dua bulan setelah peristiwa Sumpa Pemuda, beberapa tokoh Alawiyin menganjurkan kepada Pemerintah Belanda untuk mendirikan perkumpulan kaum Alawiyin yang bernama al – Rabithatoel al – Alawijah berdasarkan akte Notaris Mr. A.H. Van Ophuijsen No. 66 tanggal 16 Januari 1928 dan mendapat pengesahan dari pemerintah Belanda pada tanggal 27 Desember 1928 (1346 H), yang ditandatangani oleh GR. Erdbrink ( Sekretaris Pemerintah Belanda).
Untuk merealisasikan program-program Rabithah Alawiyah, beberapa waktu kemudian didirikan al-Maktab al-Daimi, suata lembaga yang khusus memelihara sejarah dan mencatat nasab As-Saadah Al-Alawiyyin. Maktab ini telah melakukan pencatatan di seluruh wilayah Indonesia. pada tanggal 28 Januari 1940, jumlah Alawiyin yang tercatat oleh Maktab Daimi berjumlah 17.764 orang. tokoh-tokoh yang telah berjasa antara lain : Sayid Ali bin Ja’far Assegaf dan Sayid Syech bin Ahmad bin Shabuddin.
Realisasi Program Rabithah Alawiyah lainnya adalah di dalam bidang social. kegiatan social yang dilaksanakan oleh al-Rabithah Al-Alawiyah antara lain mendirikan Panti Asuhan Daarul Aitam pada tanggal 12 Agustus 1931 di jalan Karet No. 47, yang dipimpin pertama kali oleh Sayid Abubakar bin Muhammad bin Abdurrahman Al Habsyi.
Perkembangan kegiatan masyarakat Alawiyin khususnya dan keturunan Arab umumnya di kemudian hari mengikuti pasang surutnya pergerakan politik di Indonesia. Di antara mereka banyak yang terjun ke bidang politik, bergabung dalam Organisasi Partai Arab Indonesia (PAI), mengingat partai-partai Nasionalis masih belum membuka diri untuk keturunan Asing.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan dan PAI dibubarkan, mereka berkiprah di partai-partai politik sesuai dengan hati nurani masing-masing. sedangkan perkumpulan al-Rabithah al – Alawiyah sebagai kelanjutan dari perkumpulan Jami’at Kheir tetap bergerak pada bidang social kemasyarakatan.
Hingga kini Rabithah Alawiyah mempunyai jaringan kerja dengan majlis-majlis taklim di seluruh Indonesiayang dikelola oleh kaum Alawiyin. Di samping itu Organisasi ini jugam memfasilitasi pendirian Lembaga-lembaga Pendidikan dari mulai tingkat taman kanak-kanak hingga tingkat perguruan tinggi.
Dalam rangka ikut mensukseskan wajib belajar, Rabithah Alawiyah telah memberikan bea siswa untuk anak-anak Alawiyin dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Sampai saat ini bea siswa telah diberikan kepada 4.040 anak. Sedangkan di bidang kesehatan, Rabithah Alawiyah telah memberikan bantuan kepada 1.659 orang dalam bentuk bantuan social kesehatan.
Kiprah keluarga besar Rabithah Alawiyah terhadap kepentingan Nasional secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama melalui Lembaga Pendidikan Formal. Pesantren, Majlis Taklim, Majlis Dzikir, Lembaga Kursus ketrampilan yang tersebar di seluruh Tanah Air, turut serta berperan aktif mencerdaskan juga mendewasakan kehidupan berbangsa dan bernegara, membangun perekonomian rakyat serta menumbuh kembangkan kecintaan terhadap Negara Persatuan dan Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu juga Rabithah Alawiyah berusaha mewujudkan Muslim/Muslimah Indonesia selaku warga Negara yang berakhlakul karimah, mempunyai keperdulian dan turut serta bertanggung jawab mengentaskan kemiskinan dan turut perduli di dalam mengatasi persoalan-persoalan social yang terjadi ditingkat local maupun Nasional di Tanah Air.
Pendiri Al Rabithatoel Al Alawijah.
Perkumpulan al Rabithatoel Al Alawijah berdiri pada tahun 1346 H bertepatan dengan tanggal 27 Desember 1928 Masehi.
Adapun para Anggota Pengurus yang pertama kali dari perkumpulan ini adalah mereka yang mendirikan yaitu :
Sayyid Muhammad bin Abdurrahman bin Syihab ( Ketua Umum )
Sayyid Abubakar bin Abdullah Alatas ( Wakil Ketua I )
Sayyid Abdullah bin Ali Alaydrus ( Wakil Ketua II )
Sayyid Abubakar bin Muhammad Al-Habsyi ( Bendahara I )
Sayyid Idrus bin Ahmad bin Syihab ( Bendahara II )
Sayyid Ahmad bin Abdullah Assegaf ( Sekretaris )
Sayyid Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi ( Pengawas )
Sayyid Alwi bin Muhammad Al-Haddad ( Pengawas )
Sayyid Alwi bin Thohir Al-Haddad ( Pengawas )
Sayyid Umar bin Abdullah Az-Zahir ( Pengawas )
Sayyid Abdullah bin Abubakar Al-Habsyi ( Pengawas )
Syekh Salim bin Ahmad Bawazir ( Pengawas )
Visi dan Misi
AZAS, VISI, MISI dan TUJUAN, Dalam Anggaran Dasar telah dinyatakan bahwa organisasi ini mempunyai Azas, Visi, Misi dan Tujuan sebagaimana ditetapkan dalam Muktamar,yaitu:
• Azas
Rabithah Alawiyah dibangun dengan azas Islam yaitu berpegang kepada Alquran dan Sunnah Rasul Muhammad SAW, sebagai kelanjutan dari apa yang diwariskan oleh tokoh Alawiyin pendiri Arrabitatoel al-Alawijah, sesuai dengan Thariqah Alawiyah. Menerima Pancasila sebagai azas Negara RI.
• Visi
Menjadi wadah penggerak dan pemersartu Alawiyin di Indonesia.
• Misi
Membina Ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kesadaran dan peran serta Alawiyin dalam kehidupan bermasyarakat , menciptakan kader – kader Alawiyin sebagai insan dan pemimpin yang berakhlaqul karimah, menganjurkan kebaikan dan mencegah kemungkaran.
• Tujuan
Meningkatkan kesejahteraan lahir batin Ummat Islam Indonesia umumnya dan Keluarga Alawiyin khususnya.
SUSUNAN KEPENGURUSAN
RABITHAH ALAWIYAH PERIODE 2006-2011
Dewan Penasehat
Ketua : Hb. Abdurrahman Syech Alatas
Anggota :
- Hb. Dr. Syechan Syaukat Syahab
- Hb. Umar Muhammad Muclahela
- Hb. Dr. Quraisy Syahab
- Hb. Husein Ali Alatas
- Hb. Ali Abdurrahman Assegaf
- Hb. Abdurrahman Muhammad Al-Habsyi
- Hb. Abdul Kadir Muhammad Al-Haddad
- Hb. Dr. Salim segaf Al-Jufri
- Hb. Muhammad Assegaf, SH.
Dewan Pengawas
Ketua : Muhsein Muhdhor Khamur
Wakil Ketua : Kadzim Salim Al-Hiyed
Anggota :
- Ja’far Al-Haddar
- Ahmad AR. Massawa
- Muhammad Husein Assegaf
- Ketua Jamiat Kheir
- Ketua Daarul Aitam
Dewan Pengurus
Ketua Umum : Zen Umar Smith
Wakil Ketua Umum : Muhsin Idrus Al-Hamid
Ketua : Muhammad Rizik Syahab
Ketua : Ahmad Abdullah Al-Kaff
Ketua : Ahmad Fahmi Assegaf
Ketua : Ismet Abdullah Al-Habsyi
Sekretaris Umum : Umar Ali Az-Zahir
Wakil Sekum : Idrus Alwi Al-Masyhur
Bendahara Umum : Abdulkadir Abdullah Assegaf
Wakil Bend. Umum : Ahmad Umar Muclahela
Bidang Pemberdayaan Usaha :
- Ahmad Riyadh Al-Khiyed
- Naufal Ali Bilfaqih
Bidang Kesejahteraan dan Sosial :
- Abubakar Umar Alaydrus
- Husein Muhammad Al-Hamid
Bidang Pemberdayaan Pemuda Dan Wanita :
- Abdurrahman Alaydrus
Bidang Informasi dan komunikasi :
- Faisal Assegaf
Bidang Organisasi :
- AbdurrahmanAK. Basurrah
Bidang Pendidikan :
- Muhammad Anis Syahab
- Muhammad Idrus Al-Hamid
- Toha Hasan Al-Habsyi
Bidang Dakwah :
- Jindan Naufal Djindan
- Muhammad Vad’aq
- Muhammad Ridho bin Yahya
Program Kerja
I) Maktab Daimi
1.1.Upaya menjadikan Maktab Addaimi satu-satunya lembaga nasab Alawiyin
1.2.Pemutahiran data Alawiyin
1.3.Pelatihan Kader pelestarian Nasab
II) Keagamaan
2.1.Memfasilitasi para Dai Alawiyin dalam kegiatan dakwah di daerah (Cabang)
2.2.Mendokumentasikan kegiatan para Dai yang berkualitas sebagai media dakwah
2.3.Menjadikan potensi seremonial kegiatan keagamaan sebagai media silaturahmi dan pembahasan masalah-masalah aktual.
III) Pendidikan & Kesejahteraan
3.1.Menerbitkan buku panduan untuk menumbuhkan ghiroh Alawiyin
3.2.Memfasilitasi forum komunikasi lembaga pendidikan milik alawiyin minimal satu tahun sekali
3.3.Pemberian beasiswa bagi pelajar/mahasiswa Alawiyin berprestasi yang tidak mampu
3.4.Mengupayakan peluang beasiswa pendidikan dari lembaga Luar negeri
3.5.Meningkatkan pemanfaatan website Rabithah Alawiyah ( http://www.rabithah.net) dan email (sekretariat@rabithah.net)dalam pemberian informasi peluang kerja dan usaha dari dan ke seluruh cabang
IV) Pendanaan
4.1.Mengaktifkan donatur tetap
4.2.Meningkatkan penerimaaan Zakat,infaq,Shadaqah
4.3.Mendirikan badan usaha/koperasi
4.4.Mengusahakan bantuan dari luar negeri
REKOMENDASI
1. Mendokumentasikan manuskrip dari Alawiyin
2. Mendirikan perpustakaan Ke-Islaman
3. Turut serta dalam pembentukan Rabithah Islamiyah Indonesia.
4. Berperan aktif dalam kegiatan Organisasi Islam
5. Mengadakan pertemuan untuk mengevaluasi program kerja minimal 2 tahun sekali
Dalam menangani dan menghadapi tantangan Wahhabi, jangan pula kita lupa satu lagi virus yang amat berbahaya kepada umat Islam, bahkan mungkin lebih bahaya dari Wahhabi, yang boleh menjerumuskan umat ke arah kesesatan dan kebinasaan. Syiah tidak kalah dengan Wahhabi dalam memusuhi dan membunuh Ahlus Sunnah wal Jamaah. Bahkan terdapat kalangan mereka yang terkenal melakukan pembunuhan demi mencapai cita-cita dan hasrat mereka. Sudah tidak menjadi rahsia bahawa kejatuhan Daulah ‘Abbasiyyah di Baghdad juga akibat pengkhianatan puak Syiah. Siapa tidak tahu mengenai Nashiruddin ath-Thusi yang sanggup bersekongkol dengan pihak Monggol untuk membunuh kaum Muslimin. Janganlah kerana layap leka mengagungkannya sebagai seorang ahli astronomi dan saintis, maka kita lupa kepada jenayah dan pengkhianatannya terhadap umat ini. Kita tidak tahu entah berapa ramai orang Ahlus Sunnah wal Jamaah telah dibunuh mereka, bahkan sehingga kini Ahlus Sunnah masih ditindas di Iran yang dahulunya adalah negara Ahlus Sunnah. Slogan perpaduan, “la Syiah wa la Sunnah”, adalah seumpama slogan puak Khawarij sewaktu memerangi Baginda ‘Ali r.a. iaitu perkataan yang benar tetapi tujuannya adalah kebatilan. Jika tidak ada perbezaan antara Sunnah dengan Syiah, maka kenapa perlu kamu wahai Syi`i menyebarkan fahaman kamu dalam negeri kami yang penduduknya telah sekian lama berada di bawah naungan ‘aqidah Ahlus Sunnah wal Jama`ah? Allahu … Allah, sungguh Syiah sama dengan Wahhabi, sama-sama memusuhi Ahlus Sunnah wal Jama`ah dan mereka akan menindas bahkan membunuh Ahlus Sunnah wal Jama`ah apabila dapat berbuat sedemikian. Siapakah kita ini, jika para sahabat yang mulia juga tidak lepas dari kebencian puak tersebut. Waspadalah wahai Sunniyyun.
Kepada keturunan habaib yang kami cintai, janganlah terpengaruh dengan dakyah puak Syiah yang kononnya mencintai kamu. Sungguh kecintaan mereka itu hanya tipuan semata. Berpeganglah kamu kepada jangan para salaf kamu yang mulia agar kalian dapat kami jadikan panutan sebagaimana leluhur kamu terdahulu.
Dalam satu pernyataan daripada Dewan Pengurus Pusat (DPP) Rabithah Alawiyah tentang perselisihan Sunni – Syiah dinyatakan antara lain:-
Surat pernyataan dari para ulama, munsib dan tokoh-tokoh keluarga Abi Alawi di Hadramaut dan al-Haramain mengenai urusan seputar Rabithah Alawiyah yaitu “Agar tetap kokoh dan istiqomah di atas fondasi, aturan-aturan dan Anggaran Dasar yang telah disusun oleh para pendiri dan kepengurusan Rabithah Alawiyah terdahulu yang berjalan di atas Thariqah Ahlu Sunnah Wal Jamaah al-Asy`ariyah, mengakui dan mengikuti madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi`i dan Hambali).
Diharap para habaib kita akan terus menjaga jalan para leluhur mereka. Dengan itu, tetaplah kemuliaan berada bersama mereka dan sentiasalah mereka menjadi ikutan dan panduan para muhibbin.
Posted at 08:32 pm by ahlulbait
MUQOFFA MAHYUDDIN
SEBUAH SAPAAN PERADABAN BARU TENTANG RESOLUSI KONFLIK
Sunday, August 03, 2008
“Gebrakan Ilmiah NU Pasuruan Bongkar Kebohongan Aktivis Gender”
“Gebrakan Ilmiah NU Pasuruan Bongkar Kebohongan Aktivis Gender”
Belum lama ini, (September 2004), Rabithatul Ma’ahid Islamiyah (RMI), Cabang Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menerbitkan sebuah buku berjudul “Menguak Kebatilan dan Kebohongan Sekte FK3″. RMI adalah
organisasi ikatan Pondok Pesantren di bawah Naungan Organisasi Nahdhatul
Ulama (NU). Buku ini merupakan hasil kajian ilmiah Forum Kajian Islam
Tradisional Pasuruan (FKIT), yang beranggotakan kyai-kyai muda dari berbagai pesantren, seperti Abdulhalim Mutamakkin, Muhibbul Aman Ali, HA Baihaqi Juri, M. Idrus Ramli, dan sebagainya.=20
Para kyai itu merasa resah dengan terbitnya sebuah buku berjudul “Wajah Baru Relasi Suami-Istri, Telaah Kitab ‘Uqud al-Lujayn’, karya Imam
Nawawi al-Bantani, seorang ulama terkenal yang dijuluki ‘Sayyid Ulama Hijaz’. Maka mereka melakukan diskusi ilmiah intensif lebih dari 20 kali, dan hasilnya keluarlah sebuah buku ilmiah yang menarik ini. Tentu saja, aktivitas ilmiah ini sangat membanggakan, mengingat begitu besarnya perhatian para elite NU terhadap masalah-masalah politik, seputar pemilihan Presiden tahun 2004. Sebagai ‘ulama’ pewaris para Nabi, para kyai itu tampaknya tidak melupakan tugasnya untuk menjaga aqidah umat, di tengah situasi dan kondisi yang tidak terlalu mendukung perjuangan ilmiah mereka. Menyimak isi buku ini, bisa dikatakan, para kyai muda itu memiliki
daya intelektual dan penguasaan literatur-literatur Islam yang cukup mendalam. Ratusan kitab-kitab klasik dikaji dan disajikan dengan baik dalam buku ini.=20
KH Abdulhalim Mutamakkin, Ketua RMI Kabupaten Pasuruan, dalam pengantarnya menyatakan, bahwa mengkritisi sebuah karya memang perbuatan yang terpuji dalam rangka mencari suatu kebenaran. Akan tetapi apabila dilakukan dengan cara dan tujuan yang tidak benar atau oleh orang yang tidak memiliki cukup ilmu untuk memahami karya yang bersangkutan, maka harus diluruskan. KH Ahmad Subadar, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Pasuruan,
menulis dalam pengantarnya, “Saya telah melihat dan membaca risalah ini, dan saya mengambil kesimpulan, bahwa risalah ini adalah benar-benar menegakkan ajaran Rasululah saw, dan meluruskan paham orang yang salah,
melenceng dari tuntunan ulama’una al-salaf.=20
Telaah kritis para ulama Jawa Timur ini sungguh menyejukkan. Ditengah kegersangan situasi intelektual, mereka mau dan berani berbicara yang benar, mereka berani melawan arus besar, Gerakan yang engatasnamakan kesetaraan gender, yang justru disebarkan oleh para elite NU sendiri. Apa
yang mereka sebut sebagai “Sekte FK3″ (Forum Kajian Kitab Kuning), yang melakukan tindakan kebatilan dan kebohongan, adalah orang-orang yang cukup terkenal di kalangan NU sendiri. Di situ ada nama Sinta Nuriyah
Abdurrahman Wahid, Masdar F. Masudi, Husen Muhammad, Lies Marcus, dan sebagainya. Namun, para kyai dari kota kecil di Jawa Timur itu tidak gentar dan mampu membuktikan, bahwa buku yang diterbitkan oleh FK3, yang mengkritik kitab ‘Uqud al-Lujayn, adalah buku yang bertaburan dengankebatilan dan kebohongan. Bagi kaum Muslimin yang tidak mempunyai kemampuan dan keakraban dalam membaca karya-karya klasik ulama Islam, memang bisa terpengaruh. Apalagi yang memang menginginkan masuknya paham kesetaraan gender ala Barat dalam masyarakat Islam.=20
Orang-orang yang membawa ideologi kesetaraan gender ke dalam pondok-pondok pesantren adalah juga orang-orang yang mempelajari kitab-kitab klasik dan mencantumkan rujukan mereka pada karya-karya klasik
ulama Islam. Namun, melalui buku terbitan RMI Pasuruan ini, kebohongan dan kebatilan kelompok FK3 itu dibongkar satu persatu.=20
Misalnya, penilaian FK3 terhadap hadits “Barangsiapa yang
meniru-niru suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” Terhadap hadits ini, FK3 menulis: “jalur hadits ini dhaif sebagaimana ditetapkan oleh al-Sakhawi dalam Kitab “al-Maqashid al-Hasanah”. Pendapat itu dijernihkan
oleh FKIT, dengan menyebutkan, bahwa al-Albani dalam “Irwa’ al-Ghalil fi Takhrij Ahadits Manar al-Sabil” (hadits no 1269), menyatakan hadits itu sahih. Kata-kata Sakhawi juga dipotong. Aslinya merupakan ungkapan dari
al-Munawi dalam Faidh al-Qadir, yang berbunyi: “Al-Sakhawi berkata, sanad hadits Ibnu Umar dhaif akan tetapi memiliki beberapa syahid. Ibnu Taimiyah
berkata, sanadnya jayyid, dan Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari, sanadnya hasan.” FK3 memilih komentar al-Sakhawi karena menilai sanadnyadhaif, dan tidak ingin menggunakan hadits itu.=20
Contoh lain, adalah sebuah hadith tentang larangan berkhalwat (berudua-duaan) antara laki-laki dan wanita, yang dikatakan FK3 sebagai hadits dhaif. Padahal, ada hadits lain dengan makna yang sama yang sahih.
Tetapi hal ini tidak disebutkan oleh FK3. Contoh lain adalah soal kepemimpinan laki-laki terhadap wanita, sesuai ayat 34 surat an-Nisa’: “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah
melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian harta mereka.”=20
FK3 menulis komentar tentang ayat ini bahwa : “Mayoritas ulama fiqih dan tafsir berpendapat bahwa qiwamah (kepemimpinan) hanyalah terbatas pada laki-laki dan bukan pada perempuan, karena laki-laki memiliki keunggulan dalam mengatur, berfikir, kekuatan fisik dan mental. Kata-kata FK3 itu dikritik FKIT, dengan disebutkan, bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan diantara ulama fiqih dan tafsir tentang kepemimpinan laki-laki dalam rumah tangga termasuk dalam kepemimpinan negara (imamah). Masalah kepemimpinan laki-laki ini dibahas dengan panjang lebar dan tampak bahwa argumentasi
FK3 atau aktivis kesetaraan gender, memang tidak kuat dan hanya dicocok-cocokkan dengan kemauan dan tujuan ideologi kesetaraan gender, yang belum tentu cocok dengan Islam.=20
Soal kepemimpinan laki-laki ini dihujat oleh FK3, dengan menyatakan, bahwa “di masa sekarang dalam bidang ekonomi atau sosial, banyak perempuan yang lebih unggul daripada laki-laki.”=20
Argumentasi FK3 ini sangatlah lemah, sebab sejak dulu, ada saja wanita yang lebih unggul dari laki-laki. Khadijah r.a. adalah seorang wanita bangsawan dan kaya raya dan banyak mempekerjakan laki-laki,
termasuk Rasulullah saw, di masa mudanya. Siti Aisyah r.a., juga seorang wanita yang unggul dalam kepemimpinan dan intelektual, melebihi banyak
kaum laki-laki di zaman itu. Belum lama ini terbit sebuah kitab fiqih hasil ijtihad ulama perempuan terkemuka, yaitu Aisyah r.a. berjudul “Mausu’ah Fiqh ‘Aisyah Ummu al-Mu’minin Hayatuha wa Fiqhuha”, setebal 733
halaman. Hasil ijtihad beliau sebagai seorang perempuan, tidak berbeda dengan hasil ijtihad para mujtahid laki-laki. Namum, seringkali tuduhan
kepada para mujtahid dan fuqaha ditimpakan, bahwa fiqih didominasi oleh laki-laki, dan ajaran agama ditafsirkan berdasarkan kepentingan laki-laki.”=20
Demikianlah kajian FKIT Pasuruan yang perlu ditelaah dna
didiskusikan lebih jauh, khususnya bagi kalangan NU, dan kaum Muslim pada umumnya. Sebab, saat ini begitu gencar serangan terhadap ajaran-ajaran Islam yang dinilai para aktivis gender ala sekular-Barat tidak cocok
dengan zaman. Tuduhan-tuduhan bahwa ajaran Islam banyak didominasi oleh kaum laki-laki, seperti datang bertubi-tubi, sehingga bantak yang kemudian
meragukan ketulusan dan kecanggihan ijtihad para ulama terdahulu. Padahal, sepanjang sejarah Islam, begitu juga banyak diantara ulama-ulama Islam adalah wanita. Tetapi, mereka tidak pernah menggugat masalah kepemimpinan
laki-laki dalam rumah tangga, atau berbagai masalah yang dipersoalkan oleh aktivis kesetaraan gender, seperti sekarang ini. Kepemimpinan bukan hanya soal “hak”, tetapi juga tanggung jawab. Artinya, bagi laki-laki, tanggung
jawab itu belaku di dunia dan akhirat. Dalam soal kepemimpinan negara pun, banyak rakyat yang lebih pintar dan mahir dalam kepemimpinan dari kepala
negaranya. Oleh karena itu, seyogyanya, wanita memilih calon suaminya yang “sekufu” atau laki-laki yang memang mampu menjadi pemimpin. Bisa saja istri lebih pintar dari suaminya, tetapi hak kepemimpinan memang ada pada
suaminya, termasuk hak talak. Pemimpin yang baik, pasti akan memanfaatkan kepintaran istrinya. Ini bukan masalah baru, sudah banyak rumah tangga yang sukses, meskipun istri lebih pandai dari suaminya, dan tetap ia
menghormati kepemimpinan suaminya. Ini bukan soal tinggi atau rendah martabat sebagai manusia, tetapi adalah soal tanggung jawab dan pembagian tugas.=20
Masalah kesetaraan gender memang saat ini begitu menggejala dan menjadi proyek yang banyak menyediakan dana. Beberapa waktu lalu, Tim
Pengarusutamaan Gender Departemen Agama telah memproduksi legal draft
Kompilasi Hukum Islam yang sangat kontroversial dan ‘ajaib’, yang tidak berpijak pada metodologi Islam, tetapi pada prinsip-prinsip kesetaraan gender, pluralisme, nasionalisme, dan sebagainya. Tanggal 25 Oktober 2004
lalu, Harian Kompas menurunkan tulisan seorang wanita aktivis Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah, berjudul “Khatib Perempuan”. Tulisan itu
menggugat, mengapa tidak ada khatib jumat atau salat tarawih yang perempuan. “Tak adakah kesempatan bagi dai perempuan untuk berkhotbah?”
Dari sekian ribu masjid di Tanah Air, tulisnya, tak satu pun perempuan menjadi khatib. Satu-satunya perempuan yang ia dengar berani berkhotbah Jumat di hadapan pria adalah Prof Amina Wadud, sarjana Muslim terkemuka. Ia naik mimbar Masjid Claremont Main Road di Cape Town di Afrika Selatan.=20
Menurut dia, secara umum, khatib adalah orang yang menyampaikan ajaran agama atau khotbah sebelum shalat Jumat atau kegiatan keagamaan lain. Untuk itu, seorang khatib harus memiliki kecakapan dan pengetahuan agama yang baik. Dan kini yang memiliki kecakapan dan pengetahuan agama yang cukup tak hanya laki-laki. Terbukti, kini mubalig perempuan telah
bermunculan. Sayangnya, mereka tetap tidak bisa menjadi khatib maupun imam shalat di masjid. Mereka hanya bisa menjadi khatib atau imam di rumah atau pelbagai majelis taklim di kalangan perempuan sendiri.=20
Jelaslah, kata wanita ini, perempuan tidak boleh berkhotbah di
masjid bukanlah karena ketidakmampuan mereka. Dalil-dalil yang menolak
perempuan untuk berkhotbah “harus dipahami secara kontekstual, sesuai
dengan situasi dan kondisi budaya saat dalil itu dikemukakan, sebab
prinsip utama dalam Islam adalah musawah, hak yang sama antara laki-laki
dan perempuan, tidak mengenal pembatasan dan diskriminasi dalam
pelaksanaan ibadah.”=20
Kata dia: “Kala situasi sekarang berbeda dengan dulu, keamanan telah
sepenuhnya dijamin, dai-dai perempuan pun bermunculan, masihkah kita tidak
mau memberi kesempatan bagi perempuan untuk berkhotbah atau memimpin
shalat di masjid? Barangkali di antara kita belum ada yang berani tampil
seperti Prof Amina Wadud. Namun, setidaknya kita berani bertanya dalam
diri kita: apa yang sebenarnya kita takutkan dan apa yang kita
pertahanankan jika perempuan bicara di masjid? Apakah ada yang akan merasa
bakal kehilangan otoritasnya sebagai pemimpin agama dalam masyarakat?
Ataukah rasa maskulinitas kita sedang terancam?”=20
Wanita ini sedang menampilkan dirinya sebagai ‘mujtahid’ yang merasa
lebih hebat dari ribuan ulama, termasuk ulama-ulama wanita, seperti
Sayyidah Aisyah r.a. Sepanjang 1500 tahun, dan di belahan dunia mana pun,
ulama Islam tidak pernah berpikir semacam ini. Jika fiqih dipengaruhi oleh
waktu dan tempat atau budaya, di mana-mana kaum Muslim selama ribuan tahun
punya pendapat yang sama tentang banyak masalah fiqih. Tentu ada
perbedaan, tetapi bukan karena perbedaan budaya. Lalu, apakah yang
dimaksud dengan musawat? Apakah itu berarti persamaan dalam segala hal
antara laki-laki dan wanita? Jika si wanita ini merasa mampu dan berhak
menjadi khatib Jumat, apakah dia mau hukum salat Jumat juga wajib baginya?
Apakah si wanita ini lalu merasa menjadi terhormat jika dapat berkhotbah
Jumat?=20
Tanpa dia sadari, atau mungkin dia sadari, si wanita yang mengaku
dari aktivis organisasi intelektual Islam ini, sebenarnya sedang
membongkar agamanya sendiri. Dengan dalil “musawat” dia bisa membongkar
apa aja yang dikehendaki, yang penting sama dengan laki-laki. Dia bisa
menuntut hak talak, karena perempuan juga bisa mentalak suaminya. Wanita
juga bisa menuntut untuk masuk masjid, meskipu sedang haid, karena
sekarang sudah ada pembalut wanita yang mampu menahan ceceran darah. Di
masa turunnya ayat, pembalut wanita belum ada. Wanita juga bisa mencari
nafkah dan menjadi kepala keluarga. Wanita juga tidak harus melahirkan dan
menyusui anaknya, karena dia bisa menyewa orang lain untuk melahirkan dan
menyusui anaknya. Kelebihan seperti dalam surat an-Nisa ayat 34, menurut
mereka, bukan kelebihan berdasarkan jenis kelamin.=20
Inilah pemahaman yang keliru. Secara umum, hingga kini, dalam soal fisik saja, laki-laki memang lebih unggul dari perempuan. Meskipun secara perseorangan, banyak wanita lebih unggul dan lebih kuat secara fisik. Bisa
dipastikan, juara tinju dunia kelas berat wanita, Lamya Ali, misalnya,
lebih kuat pukulannya dan akan menang bertinju melawan Komar, pelawak yang
kini menjadi anggota DPR. Banyak wanita jago angkat besi atau bela diri
yang mungkin saja lebih kuat fisiknya ketimbang suaminya. Tetapi, secara
umum, tetap saja laki-laki lebih kuat. Para aktivis kesetaraan gender
sebenarnya mengakui hal ini. Maka mereka tidak memprotes, bahwa dalam
bidang olah raga, kaum wanita sebenarnya telah didiskriminasi dan
diperhinakan dengan sadis, dengan dibeda-bedakan kelompok pertandingannya
dengan laki-laki. Jika para aktivis kesetaraan gender ini konsisten, maka
mereka harusnya memprotes hal itu, dan menuntut, agar tidak ada lagi
pembedaan pertandingan tinju laki-laki dan tinju wanita, angkat besi
laki-laki dan angkat besi wanita, sepakbola laki-laki dan perempuan, gulat
laki-laki dan gulat wanita, bulu tangkis laki-laki dan wanita, dan
sebagainya.=20
Para aktivis kesetaraan gender ini tidak menuding, bahwa olimpiade,
Sea-games, dan sebagianya, adalah rekayasa kaum laki-laki, yang
mendiskriminasi wanita, karena memperlakukan wanita sebagai makhluk lemah.
Nyatanya, aktivis kesetaraan gender hanya berani menuduh-nuduh para ulama,
para fuqaha, bahwa mereka merakayasa hukum agama untuk kepentingan
laki-laki. Tuduhan yang sebenarnya sangat jahat, karena dilakukan
serampangan. Pada 21 November 2004, seorang yang mengaku aktivis liberal,
menulis di Harian Jawa Pos, bahwa ada seorang wanita, bernama Maryam
Mirza, yang melakukan khotbah shalat Id, di Amerika Serikat. Penulis ini
sangat bangga bahwa ada wanita bisa khotbah Id, sehingga ia puji
habis-habisan, dengan kata-katanya berikut:=20
“Penampilan Maryam Mirza memang bahkan bisa dikatakan “revolusioner”
- bukan hanya buat Muslim Amerika, tapi untuk seluruh dunia Islam.
Kesetaraan gender dalam Islam memang terlalu banyak dikatakan dan terlalu
sedikit dilaksanakan… Mudah-mudahan pada Idul Fitri tahun depan, kita di
Indonesia – kalaupun mustahil diharap di Arab Saudi — pun bisa menikmati
tampilnya khatib perempuan dalam salat Id. Jika Maryam Mirza bisa, seperti
kata jamaah salat Id di Washington itu, tentu para perempuan Muslim lain
di mana pun bisa.”=20
Memang, banyak wanita yang mampu menjadi khatib. Tetapi, ironis
sekali cara berpikir seperti ini, bahwa wanita menjadi khatib Id
dibanggakan, hanya karena “WTS” (Waton Suloyo/asal beda dengan yang lain).
Jangankan menjadi khatib, sekarang pun banyak wanita Muslimah yang bisa
membuat pesawat terbang dan menjadi cendekiawan-cendekiawan unggul, tanpa
perlu menjadi khatib Id. Apa yang perlu dibanggakan dengan hal semacam
ini? Sepanjang sejarah Islam, banyak wanita menjadi pejuang unggul, tanpa
perlu menuntut menjadi khatib. Cut Nya’ Din, tetap dihormati dan dipuji
sebagai pahlawan. Cut Mutiah, namanya tetap harum. Mereka tidak berbuat
hal yang aneh-aneh untuk menjadi terkenal. Kalau si penulis artikel itu
ingin ada wanita jadi khatib shalat Id di Indonesia, biarlah istrinya
sendiri, yang jadi imam salat baginya, dan jadi khatib untuk keluarganya
sendiri. Biarlah dia memberi contoh, untuk dirinya sendiri, dan
mempertanggung jawabkannya kepada Allah SWT di Hari Akhirat nanti. Ibnu
al-Mundzir, dalam Kitab al-Ijma’, (hal. 44) menjelaskan, bahwa soal imam
dan khatib ini sudah merupakan ijma’ di kalangan sahabat. Para Ulama Islam
pun tidak pernah berbeda dalam soal ini. Wallahu a’lam.
Diposting oleh qoffa di 8/03/2008 03:02:00 AM 0 komentar
Saturday, July 26, 2008
AWAS BUKU SYI’AH
AWAS Buku Syi’ah
Posted on September 8th, 2002 by admin
Jika kita ke toko buku, terkadang tertarik dengan suatu buku. Namun jangan tergesa-gesa dahulu untuk membelinya. Lihat dulu pengarangnya. Apakah dari Ahlus Sunnah wal jama’ah atau bukan. Kalo perlu, lihat juga penerjemahnya (untuk yang bahasa Indonesia) dan penerbitnya. Jangan sampai kita salah di dalam memilih buku.
Pada kesempatan ini kami bawakan daftar buku-buku syiah yang kami dapatkan dari situs salah satu yayasan syiah di Yogyakarta.
Maksud kami ini tidak lain dan tidak bukan agar kita tidak tersesat dalam memilih buku. Kita tahu dan belajar kejelekan bukan untuk kita amalkan tapi untuk kita jauhi.
PENERBIT JUDUL
BUKU DAN PENGARANG
Lentera 1. Akhlak Keluarga Nabi, Musa Jawad Subhani
2. Ar-Risalah, Syaikh Ja?far Subhani
3. As-Sair Wa As-suluk, Sayid Muhammad Mahdi Thabathaba?i Bahrul Ulum
4. Bagaimana Membangun Kepribadian Anda, Khalil Al Musawi
5. Bagaimana Menjadi Orang Bijaksana, Khalil al-Musawi
6. Bagaimana Menyukseskan Pergaulan, Khalil al-Musawi
7. Belajar Mudah Tasawuf, Fadlullah Haeri
8. Belajar Mudah Ushuluddin, Syaikh Nazir Makarim Syirasi
9. Berhubungan dengan Roh, Nasir Makarim Syirazi
10. Ceramah-Ceramah (1), Murtadha Muthahhari
11. Ceramah-Ceramah (2), Murtadha Muthahhari
12. Dunia Wanita Dalam Islam, Syaikh Husain Fadlullah
13. Etika Seksual dalam Islam, Murtadha Muthahhari
14. Fathimah Az-Zahra, Ibrahim Amini
15. Fiqih Imam Ja?far Shadiq [1], Muhammad Jawad Mughniyah
16. Fiqih Imam Ja?far Shadiq Buku [2], Muh Jawad Mughniyah
17. Fiqih Lima Mazhab, Muh Jawad Mughniyah
18. Fitrah, Murthadha Muthahhari
19. Gejolak Kaum Muda, Nasir Makarim Syirazi
20. Hak-hak Wanita dalam Islam, Murtadha Muthahhari
21. Imam Mahdi Figur Keadilan, Jaffar Al-Jufri (editor)
22. Kebangkitan di Akhirat, Nasir Makarim Syirazi
23. Keutamaan & Amalan Bulan Rajab, Sya?ban dan Ramadhan,Sayid Mahdi al-Handawi
24. Keluarga yang Disucikan Allah, Alwi Husein, Lc
25. Ketika Bumi Diganti Dengan Bumi Yang Lain, Jawadi Amuli
26. Kiat Memilih Jodoh, Ibrahim Amini
27. Manusia Sempurna, Murtadha Muthahhari
28. Mengungkap Rahasia Mimpi, Imam Ja?far Shadiq
29. Mengendalikan Naluri, Husain Mazhahiri
30. Menumpas Penyakit Hati, Mujtaba Musawi Lari
31. Metodologi Dakwah dalam Al-Qur?an, Husain Fadhlullah
32. Monoteisme, Muhammad Taqi Misbah
33. Meruntuhkan Hawa Nafsu Membangun Rohani, Husain Mazhahiri
34. Memahami Esensi AL-Qur?an, S.M.H. Thabatabai
35. Menelusuri Makna Jihad, Husain Mazhahiri
36. Melawan Hegemoni Barat, M. Deden Ridwan (editor)
37. Mengenal Diri, Ali Shomali
38. Mengapa Kita Mesti Mencintai Keluarga Nabi Saw, Muhammad Kadzim Muhammad Jawad
39. Nahjul Balaghah, Syarif Radhi (penyunting)
40. Penulisan dan Penghimpunan Hadis, Rasul Ja?farian
41. Perkawinan Mut?ah Dalam Perspektif Hadis dan Tinjauan Masa Kini, Ibnu Mustofa (editor)
42. Perkawinan dan Seks dalam Islam, Sayyid Muhammad Ridhwi
43. Pelajaran-Pelajaran Penting Dalam Al-Qur?an (1), Murtadha Muthahhari
44. Pelajaran-Pelajaran Penting Dalam Al-Qur?an (2), Murtadha Muthahhari
45. Pintar Mendidik Anak, Husain Mazhahiri
46. Rahasia Alam Arwah, Sayyid Hasan Abthahiy
47. Suara Keadilan, George Jordac
48. Yang Hangat dan Kontroversial dalam Fiqih, Ja?far Subhani
49. Wanita dan Hijab, Murtadha Muthahhari
Pustaka Hidayah 1. 14 Manusia Suci, WOFIS IRAN
2. 70 Salawat Pilihan, Al-Ustads Mahmud Samiy
3. Agama Versus Agama, Ali Syari?ati
4. Akhirat dan Akal, M Jawad Mughniyah
5. Akibat Dosa, Ar-Rasuli Al-Mahalati
6. Al-Quran dan Rahasia angka-angka, Abu Zahrah Al Najdiy
7. Asuransi dan Riba, Murtadha Muthahhari
8. Awal dan Sejarah Perkembangan Islam Syiah, S Husain M Jafri
9. Belajar Mudah Ushuluddin, Dar al-Haqq
10. Bimbingan Keluarga dan Wanita Islam, Husain Ali Turkamani
11. Catatan dari Alam Ghaib, S Abd Husain Dastaghib
12. Dari Saqifah Sampai Imamah, Sayyid Husain M. Jafri
13. Dinamika Revolusi Islam Iran, M Riza Sihbudi
14. Falsafah Akhlak, Murthadha Muthahhari
15. Falsafah Kenabian, Murthada Muthahhari
16. Gerakan Islam, A. Ezzati
17. Humanisme Antara Islam dan Barat, Ali Syari?ati
18. Imam Ali Bin Abi Thalib & Imam Hasan bin Ali Ali Muhammad Ali
19. Imam Husain bin Ali & Imam Ali Zainal Abidin Ali Muhammad Ali
20. Imam Muhammad Al Baqir & Imam Ja?far Ash-Shadiq Ali Muhammad Ali
21. Imam Musa Al Kadzim & Imam Ali Ar-Ridha Ali Muhammad Ali
22. Inilah Islam, SMH Thabataba?i
23. Islam Agama Keadilan, Murtadha Muthahhari
24. Islam Agama Protes, Ali Syari?ati
25. Islam dan Tantangan Zaman, Murthadha Muthahhari
26. Jejak-jejak Ruhani, Murtadha Muthahhari
27. Kepemilikan dalam Islam, S.M.H. Behesti
28. Keutamaan Fatimah dan Ketegaran Zainab, Sayyid Syarifuddin Al Musawi
29. Keagungan Ayat Kursi, Muhammad Taqi Falsafi
30. Kisah Sejuta Hikmah, Murtadha Muthahhari
31. Kisah Sejuta Hikmah [1], Murthadha Muthahhari
32. Kisah Sejuta Hikmah [2],Murthadha Muthahhari
33. Memilih Takdir Allah, Syaikh Ja?far Subhani
34. Menapak Jalan Spiritual, Muthahhari & Thabathaba?i
35. Menguak Masa Depan Umat Manusia, Murtadha Muthahhari
36. Menolak Isu Perubahan Al-Quran, Rasul Ja?farian
37. Mengurai Tanda Kebesaran Tuhan, Imam Ja?far Shadiq
38. Misteri Hari Pembalasan, Muhsin Qara?ati
39. Muatan Cinta Ilahi, Syekh M Mahdi Al-syifiy
40. Nubuwah Antara Doktrin dan Akal, M Jawad Mughniyah
41. Pancaran Cahaya Shalat, Muhsin Qara?ati
42. Pengantar Ushul Fiqh, Muthahhari & Baqir Shadr
43. Perayaan Maulid, Khaul dan Hari Besar Islam, Sayyid Ja?far Murtadha al-Amili
44. Perjalanan-Perjalanan Akhirat, Muhammad Jawad Mughniyah
45. Psikologi Islam, Mujtaba Musavi Lari
46. Prinsip-Prinsip Ijtihad Dalam Islam, Murtadha Muthahhari& M. Baqir Shadr
47. Rasulullah SAW dan Fatimah Ali Muhammad Ali
48. Rasulullah: Sejak Hijrah Hingga Wafat, Ali Syari?ati
49. Reformasi Sufistik, Jalaluddin Rakhmat
50. Salman Al Farisi dan tuduhan Terhadapnya, Abdullah Al Sabitiy
51. Sejarah dalam Perspektif Al-Quran, M Baqir As-Shadr
52. Tafsir Surat-surat Pilihan [1], Murthadha Muthahhari
53. Tafsir Surat-surat Pilihan [2], Murthadha Muthahhari
54. Tawasul, Tabaruk, Ziarah Kubur, Karamah Wali, Syaikh Ja?far Subhani
55. Tentang Dibenarkannya Syafa?at dalam Islam, Syaikh Ja?far Subhani
56. Tujuan Hidup, M.T. Ja?fari
57. Ummah dan Imamah, Ali Syari?ati
58. Wanita Islam & Gaya Hidup Modern, Abdul Rasul Abdul Hasan al-Gaffar
MIZAN 1. 40 Hadis [1], Imam Khomeini
2. 40 Hadis [2], Imam Khomeini
3. 40 Hadis [3], Imam Khomeini
4. 40 Hadis [4], Imam Khomeini
5. Akhlak Suci Nabi yang Ummi, Murtadha Muthahhari
6. Allah dalam Kehidupan Manusia, Murtadha Muthahhari
7. Bimbingan Islam Untuk Kehidupan Suami-Istri, Ibrahim Amini
8. Berhaji Mengikuti Jalur Para Nabi, O.Hasem
9. Dialog Sunnah Syi?ah, A Syafruddin al-Musawi
10. Eksistensi Palestina di Mata Teheran dan Washington, M Riza Sihbudi
11. Falsafah Pergerakan Islam, Murtadha Muthahhari
12. Falsafatuna, Muhammad Baqir Ash-Shadr
13. Filsafat Sains Menurut Al-Quran, Mahdi Gulsyani
14. Gerakan Islam, A Ezzati
15. Hijab Gaya Hidup Wanita Muslim, Murtadha Muthahhari
16. Hikmah Islam, Sayyid M.H. Thabathaba?i
17. Ideologi Kaum Intelektual, Ali Syari?ati
18. Ilmu Hudhuri, Mehdi Ha?iri Yazdi
19. Islam Aktual, Jalaluddin Rakhmat
20. Islam Alternatif, Jalaluddin Rakhmat
21. Islam dan Logika Kekuatan, Husain Fadhlullah
22. Islam Mazhab Pemikiran dan Aksi, Ali Syari?ati
23. Islam Dan Tantangan Zaman, Murtadha Muthahhari
24. Islam, Dunia Arab, Iran, Barat Dan Timur tengah, M Riza Sihbudi
25. Isu-isu Penting Ikhtilaf Sunnah-Syi?ah, A Syafruddin Al Musawi
26. Jilbab Menurut Al Qur?an & As Sunnah, Husain Shahab
27. Kasyful Mahjub, Al-Hujwiri
28. Keadilan Ilahi, Murtadha Muthahhari
29. Kepemimpinan dalam Islam, AA Sachedina
30. Kritik Islam Atas Marxisme dan Sesat Pikir Lainnya, Ali Syari?ati
31. Lentera Ilahi Imam Ja?far Ash Shadiq
32. Manusia dan Agama, Murtadha Muthahhari
33. Masyarakat dan sejarah, Murtadha Muthahhari
34. Mata Air Kecemerlangan, Hamid Algar
35. Membangun Dialog Antar Peradaban, Muhammad Khatami
36. Membangun Masa Depan Ummat, Ali Syari?ati
37. Mengungkap Rahasia Al-Qur?an, SMH Thabathaba?i
38. Menjangkau Masa Depan Islam, Murtadha Muthahhari
39. Menjawab Soal-soal Islam Kontemporer, Jalaluddin Rakhmat
40. Menyegarkan Islam, Chibli Mallat (*0
41. Menjelajah Dunia Modern, Seyyed Hossein Nasr
42. Misteri Kehidupan Fatimah Az-Zahra, Hasyimi Rafsanjani
43. Muhammad Kekasih Allah, Seyyed Hossein Nasr
44. Muthahhari: Sang Mujahid Sang Mujtahid, Haidar Bagir
45. Mutiara Nahjul Balaghah, Muhammad Al Baqir
46. Pandangan Dunia Tauhid,. Murtadha Muthahhari
47. Para Perintis Zaman Baru Islam,Ali Rahmena
48. Penghimpun Kebahagian, M Mahdi Bin Ad al-Naraqi
49. PersinggahanPara Malaikat, Ahmad Hadi
50. Rahasia Basmalah Hamdalah, Imam Khomeini
51. Renungan-renungan Sufistik, Jalaluddin Rakhmat
52. Rubaiyat Ummar Khayyam, Peter Avery
53. Ruh, Materi dan Kehidupan, Murtadha Muthahhari
54. Spritualitas dan Seni Islam, Seyyed Hossein Nasr
55. Syi?ah dan Politik di Indonesia, A. Rahman Zainuddin (editor)
56. Sirah Muhammad, M. Hashem
57. Tauhid Dan Syirik, Ja?far Subhani
58. Tema-Tema Penting Filsafat, Murtadha Muthahhari
59. Ulama Sufi & Pemimpin Ummat, Muhammad al-Baqir
YAPI
JAKARTA 1. Abdullah Bin Saba? dalam Polemik, Non Mentioned
2. Abdullah Bin Saba? Benih Fitnah, M Hashem
3. Al Mursil Ar Rasul Ar Risalah, Muhammad Baqir Shadr
4. Cara Memahami Al Qur?an, S.M.H. Bahesti
5. Hukum Perjudian dalam Islam, Sayyid Muhammad Shuhufi
6. Harapan Wanita Masa Kini, Ali Shari?ati
7. Hubungan Sosial Dalam Islam, Sayyid Muh Suhufi
8. Imam Khomeini dan Jalan Menuju Integrasi dan Solidaritas Islam, Zubaidi Mastal
9. Islam Dan Mazhab Ekonomi, Muhammad Baqir Shadr
10. Kedudukan Ilmu dalam Islam, Sayyid Muh Suhufi
11. Keluarga Muslim, Al Balaghah Foundation
12. Kebangkitan Di Akhirat, Nasir Makarim Syirazi
13. Keadilan Ilahi, Nasir Makarim Syirazi
14. Kenabian, Nasir Makarim Syirazi
15. Kota Berbenteng Tujuh, Fakhruddin Hijazi
16. Makna Ibadah, Muhammad Baqir Shadr
17. Menuju Persahabatan, Sayyid Muh Suhufi
18. Mi?raj Nabi, Nasir Makarim Syrazi
19. Nasehat-Nasehat Imam Ali, Non Mentioned
20. Prinsip-Prinsip Ajaran Islam, SMH Bahesti
21. Perjuangan Melawan Dusta, Bi?that Foundation
22. Persaudaraan dan Persahabatan, Sayyid Muh Suhufi
23. Perjanjian Ilahi Dalam Al-Qur?an, Abdul Karim Biazar
24. Rasionalitas Islam, World Shi?a Muslim Org.
25. Syahadah, Ali Shari?ati
26. Saqifah Awal Perselisihan Umat, O Hashem
27. Sebuah Kajian Tentang Sejarah Hadis, Allamah Murthadha Al Askari
28. Tauhid, Nasir Makarim Syirazi
29. Wasiat Atau Musyawarah, Ali Shari?ati
30. Wajah Muhammad, Ali Shari?ati
YAPI
Bangil 1. Akal dalam Al-Kafi, Husein al-Habsyi
2. Ajaran- ajaran Al-Quran, Sayid T Burqi & Bahonar
3. Bimbingan Sikap dan Perilaku Muslim, Al Majlisi Al-Qummi
4. Hawa Nafsu, M Mahdi Al Shifiy
5. Konsep Ulul Amri dalam Mazhab-mazhab Islam, Musthafa Al Yahfufi
6. Kumpulan Khutbah Idul Adha, Husein al-Habsyi
7. Kumpulan Khutbah Idul Fitri, Husein al-Habsyi
8. Metode Alternatif Memahami Al-Quran, Bi Azar Syirazi
9. Manusia Seutuhnya, Murtadha Muthahhari
10. Polemik Sunnah-Syiah Sebuah Rekayasa, Izzudddin Ibrahim
11. Pesan Terakhir Rasul, Non Mentioned
12. Pengantar Menuju Logika, Murtadha Muthahhari
13. Shalat Dalam Madzhab AhlulBait, Hidayatullah Husein Al-Habsyi
Rosdakarya 1. Catatan Kang Jalal, Jalaluddin Rakhmat
2. Derita Putri-Putri Nabi, M. Hasyim Assegaf
3. Fatimah Az Zahra, Jalaluddin Rakhmat
4. Khalifah Ali Bin Abi Thalib, Jalaluddin Rakhmat
5. Meraih Cinta Ilahi, Jalaluddin Rakhmat
6. Rintihan Suci Ahlul Bait Nabi, Jalaluddin Rakhmat
7. Tafsir Al fatihah: Mukaddimah, Jalaluddin Rakhmat
8. Tafsir Bil Ma?tsur, Jalaluddin Rakhmat
9. Zainab Al-Qubra, Jalaluddin Rakhmat
Al-Hadi 1. Al-Milal wan-Nihal, Ja?far Subhani
2. Buku Panduan Menuju Alam Barzakh, Imam Khomeini
3. Fiqh Praktis, Hasan Musawa
CV
Firdaus 1. Al-Quran Menjawab Dilema keadilan, Muhsin Qira?ati
2. Imamah Dan Khalifah, Murtadha Muthahhari
3. Keadilan Allah Qadha dan Qadhar, Mujtaba Musawi Lari
4. Kemerdekaan Wanita dalam Keadilan Sosial Islam, Hashemi Rafsanjani(et. al)
5. Pendidikan Anak: Sejak Dini Hingga Masa Depan, Mahjubah Magazine
6. Tafsir Al Mizan: Ayat-ayat Kepemimpinan, S.M.H. Thabathaba?i
7. Tafsir Al-Mizan: Surat Al-Fatihah, S.M.H. Thabathaba?i
8. Tafsir Al-Mizan: Ruh dan Alam Barzakh, S.M.H. Thabathaba?i
9. Tauhid: Pandangan Dunia Alam Semesta, Muhsin Qara?ati
10. Al-Qur?an Menjawab Dilema Keadilan, Muhsin Qara?ati
Pustaka Firdaus 1. Saat Untuk Bicara, Sa?di Syirazi
2. Tasawuf: Dulu dan Sekarang, Seyyed Hossein Nasr
Risalah
Masa 1. Akar Keimanan, Sayyid Ali Khamene?i
2. Dasar-Dasar Filsafat Islam[2], Bahesty & Bahonar
3. Hikmah Sejarah-Wahyu dan Kenabian [3], Bahesty & Bahonar
4. Kebebasan berpikir dan Berpendapat dalam Islam, Murtadha Muthahhari
5. Menghapus Jurang Pemisah Menjawab Buku al Khatib, Al Allamah As Shafi
6. Pedoman Tafsir Modern, Ayatullah Baqir Shadr
7. Kritik Terhadap Materialisme, Murtadha Muthahhari
8. Prinsip-Prinsip Islam [1], Bahesty & Bahonar
9. Syi?ah Asal-Usul dan Prinsip Dasarnya, Sayyid Muh. Kasyful Ghita
10. Tauhid Pembebas Mustadh?afin, Sayyid Ali Khamene?i
11. Tuntunan Puasa, Al-Balagha
12. Wanita di Mata dan Hati Rasulullah, Ali Syari?ati
13. Wali Faqih: Ulama Pewaris Kenabian,
Qonaah 1. Pendekatan
Sunnah Syi?ah, Salim Al-Bahansawiy
Bina Tauhid Memahami Al Qur?an, Murthadha Muthahhari
Mahdi Tafsir Al-Mizan: Mut?ah, S.M.H. Thabathabai
Ihsan Pandangan Islam Tentang Damai-Paksaan, Muhammad Ali Taskhiri
Al-Kautsar 1. Agar Tidak Terjadi Fitnah, Husein Al Habsyi
2. Dasar-Dassar Hukum Islam, Muhsin Labib
3. Nabi Bermuka Manis Tidak Bermuka Masam, Husein Al Habsyi
4. Sunnah Syi?ah Dalam Ukhuwah Islamiyah, Husain Al Habsyi
5. 60 Hadis Keutamaan Ahlul Bait, Jalaluddin Suyuti
Al-Baqir 1. 560 Hadis Dari Manusia Suci, Fathi Guven
2. Asyura Dalam Perspektif Islam, Abdul Wahab Al-Kasyi
3. Al Husein Merajut Shara Karbala, Muhsin Labib
4. Badai Pembalasan, Muhsin Labib
5. Darah Yang Mengalahkan Pedang, Muhsin Labib
6. Dewi-Dewi Sahara, Muhsin Labib
7. Membela Para Nabi, Ja?far Subhani
8. Suksesi, M Baqir Shadr
9. Tafsir Nur Tsaqalain, Ali Umar Al-Habsyi
Al-Bayan 1. Bimbingan Islam Untuk Kehidupan Suami Istri, Ibrahim Amini
2. Mengarungi Samudra Kebahagiaan, Said Ahtar Radhawi
3. Teladan Suci Kelurga Nabi, Muhammad Ali Shabban
As-Sajjad 1. Bersama Orang-orang yang Benar, Muh At Tijani
2. Imamah, Ayatullah Nasir Makarim Syirazi
3. Ishmah Keterpeliharaan Nabi Dari Dosa, Syaikh Ja?far Subhani
4. Jihad Akbar, Imam Khomeini
5. Kemelut Kepemimpinan, Ayatullah Muhammad Baqir Shadr
6. Kasyful Asrar Khomeini, Dr. Ibrahim Ad-Dasuki Syata
7. Menjawab Berbagai Tuduhan Terhadap Islam, Husin Alhabsyi
8. Nabi Tersihir, Ali Umar
9. Nikah Mut?ah Ja?far, Murtadha Al Amili
10. Nikah Mut;ah Antara Halal dan Haram, Amir Muhammad Al-Quzwainy
11. Surat-Surat Revolusi, AB Shirazi
Basrie
Press 1. Ali Bin Abi Thalib di Hadapan Kawan dan Lawan, Murtadha Muthahhari
2. Manusia Dan Takdirnya, Murtadha Muthahhari
3. Fiqh Lima Mazhab, Muhammad Jawad Mughniyah
Pintu Ilmu Siapa,
Mengapa Ahlul Bayt, Jamia?ah Al-Ta?limat Al-Islamiyah Pakistan
Ulsa Press 1. Mengenal Allah, Sayyid MR Musawi Lari
2. Islam Dan Nasionalisme, Muhammad Naqawi
3. Latar Belakang Persatuan Islam, Masih Muhajeri
4. Tragedi Mekkah Dan Masa Depan Al-Haramain, Zafar Bangash
5. Abu Dzar, Ali Syari?ati
6. Aqidah Syi?ah Imamiyah, Syekh Muhammad Ridha Al Muzhaffar
7. Syahadat Bangkit Bersaksi, Ali Syari?ati
Gua Hira 1. Kepemimpinan
Islam, Murtadha Muthahhari
Grafiti 1. Islam Syi?ah: Allamah M.H. Thabathaba?i
2. Pengalaman Terakhir Syah, William Shawcross
3. Tugas Cendikiawan Muslim, Ali Syaria?ti
Effar
Offset Dialog Pembahasan Kembali Antara Sunnah & Syi?ah Sulaim Al-Basyari & Syaraduddien Al ?Amili
Shalahuddin
Press 1. Fatimah Citra Muslimah Sejati, Ali Syari?ati
2. Gerbang Kebangkitan, Kalim Siddiqui
3. Islam Konsep Akhlak Pergerakan, Murtadha Muthahhari
4. Panji Syahadah, Ali Syari?ati.
5. Peranan Cendekiawan Muslim, Ali Syari?ati
Ats-Tsaqalain Sunnah
Syi?ah dalam Dialog, Husein Al Habsyi
Pustaka Kehidupan
Yang Kekal, Morteza Muthahari
Darut
Taqrib Rujuk
Sunnah Syi?ah, M Hashem
Al-Muntazhar 1. Fiqh Praktis Syi?ah Imam Khomeini, Araki, Gulfaigani, Khui
2. Ringkasan Logika Muslim, Hasan Abu Ammar
3. Saqifah Awal Perselisihan Umat, O Hashem
4. Tauhid: Rasionalisme Dan Pemikiran dalam Islam, Hasan Abu Ammar
Gramedia Biografi
Politik Imam Khomeini, Riza Sihbudi
Toha
Putra Keutamaan
Keluarga Rasulullah, Abdullah Bin Nuh
Gerbang
Ilmu Tafsir
Al-Amtsal (Jilid 1), Nasir Makarim Syirazi
Al-Jawad 1. Amalan Bulan Ramadhan Husein Al-Kaff
2. Mi?raj Ruhani [1], Imam Khomeini
3. Mi?raj Ruhani [2] Imam Khomeni
4. Mereka Bertanya Ali Menjawab, M Ridha Al-Hakimi
5. Pesan Sang Imam, Sandy Allison (penyusun)
6. Puasa dan Zakat Fitrah Imam Khomeini & Imam Ali Khamene?i
Jami?ah al-Ta?limat al-Islamiyah Tuntutan Hukum Syari?at, Imam Abdul Qasim
Sinar
Harapan 1. Iran Pasca Revolusi, Syafiq Basri
2. Perang Iran Perang Irak, Nasir Tamara
3. Revolusi Iran, Nasir Tamara
Mulla
Shadra 1. Taman Para Malaikat, Husain Madhahiri
2. Imam Mahdi Menurut Ahlul Sunnah Wal Jama?ah, Hasan Abu Ammar
Duta Ilmu 1. Wasiat Imam Ali, Non Mentioned
2. Menuju Pemerintah Ideal, Non Mentioned
Majlis Ta?lim Amben 114 Hadis Tanaman, Al Syeikh Radhiyuddien
Grafikatama
Jaya Tipologi Ali Syari?ati
Nirmala Menyingkap Rahasia Haji, Syeikh Jawadi Amuli
Hisab Abu
Thalib dalam Polemik, Abu Bakar Hasan Ahmad
Ananda Tentang Sosiologi Islam, Ali Syari?ati
Iqra Islam dalam Perspektif Sosiologi Agama, Ali Shari?ati
Fitrah Tuhan dalam Pandangan Muslim, S Akhtar Rizvi
Lentera
Antarnusa Sa?di Bustan, Sa?di
Pesona Membaca Ali Bersama Ali Bin Abi Thalib, Gh R Layeqi
Rajawali
Press 1. Tugas Cendekiawan Muslim, Ali Shari?ati
Bina
Ilmu Demonstran Iran dan Jum?at Berdarah di Makkah, HM Baharun
Pustaka
Pelita 1. 1. Akhirnya Kutemukan Kebenaran, Muh Al Tijani Al Samawi
2. Cara Memperoleh Haji Mabrur, Husein Shahab
3. Fathimah Az-Zahra: Ummu Abiha, Taufik Abu ?Alama
4. Pesan Terakhir Nabi, Non Mentioned
Pustaka 1. Etika Seksual dalam Islam, Morteza Muthahhari
2. Filsafat Shadra, Fazlur Rahman
3. Haji, Ali Syari?ati
4. Islam dan Nestapa Manusia Modern, Seyyed Hosein Nasr
5. Islam Tradisi Seyyed, Hosein Nasr
6. Manusia Masa Kini Dan Problem Sosial, Muhammad Baqir Shadr
7. Reaksi Sunni-Syi?ah, Hamid Enayat
8. Surat-Surat Politik Imam Ali, Syarif Ar Radhi
9. Sains dan Peradaban dalam Islam, Sayyed Hossein Nasr
Pustaka Jaya Membina Kerukunan Muslimin, Sayyid Murthadha al-Ridlawi
Islamic Center Al-Huda 1. Jurnal Al Huda (1)
2. Jurnal Al Huda (2)
3. Syiah Ditolak, Syiah Dicari, O. Hashem
4. Mutiara Akhlak Nabi, Syaikh Ja?far Hadi
Hudan
Press 1. Tafsir Surah Yasin, Husain Mazhahiri
2. Do?a-Do;a Imam Ali Zainal Abidin
Yayasan Safinatun Najah 1. 1. Manakah Jalan Yang Lurus (1), Al-Ustads Moh. Sulaiman Marzuqi Ridwan
2. Manakah Jalan Yang Lurus (2), Al-Ustads Moh. Sulaiman Marzuqi Ridwan
3. Manakah Jalan Yang Lurus (3), Al-Ustads Moh. Sulaiman Marzuqi Ridwan
4. Manakah Shalat Yang Benar (1), Al-Ustads Moh. Sulaiman Marzuqi Ridwan
Amanah Press Falsafah Pergerakan Islam, Murtadha Muthahhari
Yayasan Al-Salafiyyah Khadijah Al-Kubra Dalam Studi Kritis Komparatif, Drs. Ali S. Karaeng Putra
Kelompok
Studi Topika Hud-Hud
Rahmaniyyah, Dimitri Mahayana
Muthahhari
Press/Muthahhari Papaerbacks 1. Jurnal Al Hikmah (1)
2. Jurnal Al Hikmah (2)
3. Jurnal Al Hikmah (3)
4. Jurnal Al Hikmah (4)
5. Jurnal Al Hikmah (5)
6. Jurnal Al Hikmah (6)
7. Jurnal Al Hikmah (7)
8. Jurnal Al Hikmah (8)
9. Jurnal Al Hikmah (9)
10. Jurnal Al Hikmah (10)
11. Jurnal Al Hikmah (11)
12. Jurnal Al Hikmah (12)
13. Jurnal Al Hikmah (13)
14. Jurnal Al Hikmah (14)
15. Jurnal Al Hikmah (15)
16. Jurnal Al Hikmah (16)
17. Jurnal Al Hikmah (17)
18. Shahifah Sajjadiyyah, Jalaluddin Rakhmat (penyunting)
19. Manusia dan Takdirnya, Murtadha Muthahhari
20. Abu Dzar, Ali Syariati
21. Pemimpin Mustadha?afin, Ali Syariati
Serambi 1. Jantung Al-Qur?an, Syeikh Fadlullah Haeri
2. Pelita Al-Qur?an, Syeikh Fadlullah Haeri
Cahaya Membangun
Surga Dalam Rumah Tangga, Huzain Mazhahiri
(Non Mentioned) 1. Sekilas Pandang Tentang Pembantain di Masjid Haram, Non Mentioned
2. Jumat Berdarah Pembantaian Kimia Rakyat Halajba 1988, Non Mentioned
3. Al-Quran dalam Islam, MH Thabathabai
4. Ajaran-Ajaran Asas Islam, Behesti
5. Wacana Spiritual, Tabligh Islam Program
6. Keutamaan Membaca Juz Amma, Taufik Yahya
7. Keutamaan Membaca Surah Yasin, Waqiah, Al Mulk, Taufik Yahya
8. Keutamaan Membaca Surah Al-Isra & Al-Kahfi, Taufik Yahya
9. Bunga Rampai Keimanan, Taufik Yahya
10. Bunga Rampai Kehidupan Sosial, Taufik Yahya
11. Bunga Rampai Pendidikan, Husein Al-Habsyi
12. Hikmah-Hikmah Sholawat ,Taufik Yahya
13. Bunga Rampai Pernikahan, Taufik Yahya
14. Hikmah-Hikmah Puasa, Taufik Yahya
15. Hikmah-Hikmah Kematian, Taufik Yahya
16. Wirid Harian, Non Mentioned
17. Do?a Kumay,l Non Mentioned
18. Do?a Harian, Non Mentioned
19. Do?a Shobah, Non Mentioned
20. Do?a Jausyan Kabir, Non Mentioned
21. Keutamaan Shalat Malam Dan Do?anya, Non Mentioned
22. Do?a Nutbah, Non Mentioned
23. Do?a Abu Hamzah Atsimali, Non Mentioned
24. Do?a Hari Arafah (Imam Husain), Non Mentioned
25. Do?a Hari Arafah (Imam Sajjad), Non Mentioned
26. Do?a Tawassul, Non Mentioned
27. Do?a Untuk Ayah dan Ibu, Non Mentioned
28. Do?a Untuk Anak, Non Mentioned
29. Do?a Khatam Qur?an, Non Mentioned
30. Doa Sebelum dan Sesudah Baca Qur?an, Non Mentioned
31. Amalan Bulan Sya?ban dan Munajat Sya?baniyah, Non Mentioned
Salam, saudaraku semuslim
Trima kasih atas petunjuk buku-2 tersebut. Saya yakin anda belum bisa membaca semua dengan tuntas. Tapi saya sangat berterima kasih atas usaha anda mengumpulkan topik2 tersebut yang sudah berbahasa Indonesia. Semoga Allah memberi balasan yang banyak. Saya akan coba mengkoleksi semua yang anda tulis dan saya coba mempelajarinya. Kita tak boleh ikut anjuran antum segampang itu untuk menjauhinya, tapi saya juga punya pikiran dan analisis. Ala kuli hal, ana trima kasih antum telah menunjuki banyak titel-2 yang harus saya borong dan jadikan bahan diskusi yang bermanfaat untuk umat. Salam dari kami. Was.
dear brothers, ass-salamualakum
i am homelass in the city of seattle (wa) our here police department doing crime aginest with me police do not have any evidence to i am doing stealling crime our here and i all so report to the police department same one assault me but police officer do not assist me and i all so contact to the law firm the do not assist me and i all contact to the media all around the national no one want to take the responsibility about the crime,
i am from india i all so contact to the my country media the do not take the responsibility about the crime,
i beleave behand the crime (us) government
i need your help, thank you
note, i am in (u,s,a) since 1994
dear brothers, ass-salamualakum
i am homelass in the city of seattle (wa) our here police department doing crime aginest with me police do not have any evidence to i am doing stealling crime our here and i all so report to the police department same one assault me but police officer do not assist me and i all so contact to the law firm the do not assist me and i all so contact to the media all around the national no one want to take the responsibility about the crime,
i am from india i all so contact to the my country media the do not take the responsibility about the crime
i beleave behand the crime (us) government
i need your help, thank you
note, i am in (u,s,a) since 1994
Assalamu’alaikum ya ustadz,
terus terang saja saya ingin mengamalkan amalan dan do’a dari manapun, terutama dari ustadz, karena saya ingin menghapal al Qur’an secara cepat dan bertahan selama hidup
Wassalam
Andol
Assalamu’alaikum ya ustadz,
pertama saya minta izin buat ambil artikel n doa d web anda,
kedua saya sangat terbantu dengan adanya situs ini
ketiga semoga apa yg anda berikan mendapatkan balasannya
Salam kenal Ustaz ! saya baru tahu dan mampir di web ini, kelihatannya saya langsung jatuh cinta. dan akan saya jadikan salah satu web favorit saya. Semoga usaha dan amal ustaz dapat ganjaran yang banyak serta dapat pengakuan dari Ahlil Bait. Was.
assalamualaikum wr.wb bapak ust bagaimana mengikuti pengajian islam praktis di sbya dimana? ada infak bagaimana mendapatkan kaligrafi salam kenal wassalam Wr. wb
Ass Wr Wb, saya mohon maaf sebelum, saya telah mengcopy bacaan tersebut diatas, semoga amalan bagi penulis dan bermanfaat bagi yng membaca. saya akan mengamalan bacaan yang telah saya copy.
Bagi Bapak dan Ibu yang berkenan membantu pengembangan dakwah kami via internet, dapat ditranfer ke: BCA: 5770097128. KPC Taman Galaxi, Bekasi. Atas nama: Syamsuri Rifa'i. Saran2 via SMS ke hp kami: 0818976468.
Assalamu’alaykum wr. wb
Mohon perkenannya untuk saya dapat mengambil apa yang ada di sini, tentunya dengan harapan Tuhan segera membalas dengan jauh lebih baik. Terimakasih.
Wassalamu’alaykum wr. wb
Silahkan smg bermanfaat.
Assalammualaikum…
InsyaAllah ma’jurin..!
salam
kalo ada yang tinggal di perth. please contact me at testa103@yahoo.com.au. saya butuh temen yang seiman. saya ibu rt dgn anak yg sudah dewasa.
assalamu’alaikum wr wb
Ustadz, apakah berkenan tukar link antara islampraktis.wordpress.com dengan guskun.com
Wassalamu’alaikum wr wb
Silahkan, smg bermanfaat.
Salam,
Yth Ustad Syamsuri Rifa’i
Apa kabar ? Insya Allah antum dalam keadaan sehat
wal’afiat.
Ana mau saran gimana kalau amalan dan do’a Rajab dan Sya’ban antum cetak dalam buku saku yang tipis dan praktis.
Terimakasih
Wassalam
Faizal Haris
Sawangan Depok
Alhamdulillah sy sekeluarga sehat wal-afiyah. Smg juga keadaan Antum. Trm kasih saran yang baik dari Antum. Sy memang ada niat seperti itu. Mohn doanya, sy ada rencana buat buku paket amalan dan doa pilihan bulan Sya’ban dan Ramadhan.
Assalamu Alaikum Ustad….
Apa Kabar….
Ustad terima kasih banyak ustad mau menulis dalam blog ini. Saya sungguh senang karena banyak sekali manfaatnya buat saya dan keluarga khususnya, dan yang lain pada umumnya.
Semoga Allah membalas amal baik ustad …. amin
Assalamualaikum wr,wb.
Salam mkenal Ust, semoga ilmunya berkah,,amin.
namun untuk hadits2 yang antum kutip itu, apakah sudah dketahui statusnya, maslahnya bnayk hadits2 daif bahkan mungkar,,jazakallah.
Hadis2 yang saya kutip disini adalah hadis2 shahih dan mutawatir. Karena hadis2 tersebut bersumber dari keluarga Nabi saw dan para sahabatnya yang terkemuka. Selain itu sdh diteliti oleh ulama2 ahli hadis. Saya juga takut mempublikasikan hadis2 yg dhaif, munkar, apalagi yang maudhu’.
Assalamualaikum,pak.
Saya lihat banyak hadis2 di blog bapak ini merupakan hadis maudhu’,pak. Bapak tidak takutkah sama amaran Rasulullah Sallahu Alayhi Wasallam akan pendustaan atas nama Baginda Sallahu Alayhi Wasallam? Sudah pasti bapak takut bukan? Bapak pasti menyayangi kaum keluarga Rasulullah Sallahu Alayhi Wasallam,maka sudah pasti bapak menyayangi dan mencintai Rasulullah Sallahu Alayhi Wasallam,jadi apa perlu bapak mendustakan orang yang bapak cintai itu? Jika bapak mengatakan hadis2 itu sohih dan mutawatir,siapakah yang mensohihkannya? Siapakah ulama2 hadis yang bapak maksudkan? Saya hanya inginkan kebenaran ya,pak.
Wallahu a’lam.
Assalamu’alaikum wr.wb
Untuk Pak Nazrin
Maaf Pak, sblm sy menjawab pertanyaan Bpk, sy mau tanya dulu: apa dasar Bpk mengatakan hadis2 tersebut dhaif atau mawdhu? apa ukurannya mendhaifkan atau memawdhu’kan suatu hadis? Bukankah semua itu merujuk kepada ulama? Apakah Bpk sdh melakukan penelitian sendiri ttg hadis2 tersebut?
Bapak perlu ketahui bahwa ulama ahli hadis itu sendiri berbeda pendapat dlm hal menetapkan shahih atau tidaknya suatu hadis. Kl tdk percaya baca kitab Musnad Ahmad bin Hanbal dan kitab Mustadrak Al-Hakim. Bpk sdh bc dua kitab ini? Kl blm baca dulu, spy lebih asyik diskusi kita, dan bpk akan tahu bahwa ulama ahli hadis itu berbeda2 pendapat ttg keshahihan dan kedhaifan hadis.
Maaf sekali lagi Pak, Bpk sudah baca hadis2 dan ilmu hadis dari kalangan ulama Ahlul bait Nabi saw? kl blm, baca dulu, jgn mudah membuat kesimpulan sebelum membaca dan mengetahuinya.
Adapun yang sy maksud ulama dalam blog ini adalah ulama dari Ahlul bait Nabi saw, misalnya Allamah Al-Majlisi penulis kitab hadis “Al-Bihar” 120 jilid, Allamah ِAl-Amili penulis kitab hadis “Al-wasail” 30 jilid, Allamah Syeikh Abbas penulis kitab “Mafatihul Jinan” kumpulan amalan dan doa2 yang menjadi rujukan ulama2 besar dari kalangan Ahlul bait Nabi saw, dan ulama lainnya. Yg jelas mereka jauh lebih alim ketimbang kita ttg hadis2 Nabi saw, mana yg shahih, yg dhaif dan yang mawdhu’.
Secara lebih rinci tolong Bpk jawab pertanyaan2 sy ttg sekitar keutamaan dan amalan Nishfu sya’ban: hadisnya shahih atau dhaif? silahkan klik disini:
http://syamsuri149.wordpress.com
Kita bisa lanjutkan diskusi kita disitu. Sy senang diskusi utk sharing ilmu2 keislaman, baik yg bersumber dari Ahlussunnah maupun Ahlul bait Nabi saw.
Kl Bpk ingin tahu yang lebih seru lagi ttg perdebatan argumentatif antara ulama ahli hadis soal hadis shahih, dhaif dan mawdhu’ dalam topik yg lain, silah berkunjung ke blog sy yang lain, bagian Asbab Nuzul, kedua: Ayat-ayat Kepemimpinan, di:
http://tafsirtematis.wordpress.com
Wassalam
Syamsuri Rifai
Saya sangat bersyukur kepada Alloh SWT karena bisa menemukan website yang bicara banyak menyangkut dalil-dalil amalan keagamaan khususnya mengenai bulan Sya’ban. moga kita semua bisa mengamalkan apa yang sudah disajikan bapak K.H. Syamsuri Rifa’i ini. dan saya yaqin yang ditulis disini adalah kebenaran yang belum saya dapati secara rinci dari sumber lain. Jazaakumullohu Khoirol Jazaa’. Alwi Husein Alkaff Jember
Assalamu’alaikum wr.wb
Terima kasih responnya Ya Akhina Sayyid Alwi Alkaff, di Jember. Salam ta’zhim sy pada sdr2 kita di Jember. Doakan saya sekeluarga smg sll dlm lindungan Allah swt dan syafaat Rasulullah saw dan AB-nya. Sy sedang menterjemahkan keutamaan bln Ramadhan secara lebih detail hari per-hari, berikut amalan dan doa2nya, juga keutamaan Malam Al-Qadar dan amalannya secara lebih detail, insya Allah sblm memasuki bln Ramadhan sy akan posting di blog ini. Mhn informasikan pada Ikhwan2 kita. Terima kasih.
Wassalam
Syamsuri Rifai
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, saya dapat menermukan tulisan-tulisan yang berbobot untuk menambah ilmu dan pemahaman agama yang lebih baik. Insyal Allah mail ini bisa digunakan juga bagi teman-teman yang lain dengan sebaik-baiknya, Amin.
Salam perkenalan,
Raflis Amin.
Ustadz, maaf lahir batin ya………..
Assalamualaikum Wr. Wb
Mohon do’a restu semoga segala amal ibadah di bulan suci Ramadhan maupun di luarnya diterima di sisi Allah, dan semoga Pak Kyai sekeluarga selalu mendapat hidayah dan inayah dari-Nya. Amin
al-Fakir, Muhammad Luthfi Ghozali
Ponpes al Fithrah, Gunungpati, Semarang.
http://ponpesalfithrahgp.wordpress.com
http://indonetwork.co.id/abshor/profil
E mail: malfi_ali@yahoo.com
Wassalam wr.wb
Trm kasih respon positifnya, smg kita sll dlm lindungan Allah swt, ampunan dan keberkahan-Nya. Untuk Ponpes Al-Fitrah, Gunungpati Semarang smg sll dalam karunia Allah swt dan bimbingan-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin.
Amin, antum kadzaalik
Saya menyampaikan selamat melaksanakan ibadah shoum romadhon 1429 H kepada semuanya saja terutama untuk bapak KH. Syamsul Rifa’i, semoga dengan shoum ini kita diberi kekuatan dan ketetapan Iman dan Islam dan selalu istiqomah dalam menjalankan perintah atas petunjuk Alloh SWT.
Asslmkum Wr.Wb
Asmkum KH. Syamsul Rifa’i smoga bapak dalam keadaan sehat-sehat walafiat.amien
Alhamdulillah blog bapak banyak ilmu yang dapat bermamfaat buat kita semua.
oh ya kyai saya mau bertanya tentang kegiatan iktikaf pada malam 10 trakhir ramadhan kloe bisa pak kyai uraikan secara rinci kegiatan-kegiatan apa saja yang harus kita lakukan sehingga insya Allah bisa menjumpai malam lailatulaQadar..
trimkasih pak kyai smoga Allah memberi rahmat untuk kita semua.amien
trimkasih
wasslmkum wr.wb
Assalamualaikum
subhanalloh, Alhamdulillah, Astagfirullah,
Pak kyai syamsuri, ,,,salam kenal, dan saya ingin mengucapkan terimakasih atas keterangan-keterangan yang disampaikan oleh pak kyai,,,
doakan saya agar bisa mengamalkan dan menyebarkannya bila memang apa yang pak kyai tulis suatu kebenaran , sekalian juga minta ijin,,,
dan tolong juga doakan saya agar mendapat Petunjuk, hidayah, kemudahan dan ridho Alloh selalu dalam mencari kebenaran
wassalamualaikum,,,,
Dhani Batam
Wassalam wr.wb
Untuk Pak Wan
Insya Allah, utk amalan dan doa2 di 10 malam terakhir, akan saya posting sblm memasukinya. Kita saling mendoakan smg termasuk orang2 yang mendapatkan Laylatul Qadar. Amin ya Rabbal ‘alamin.
Untuk Pak Dhani
Sama2 Pak, kita saling mendoakan. Soal ikut menyebarkan, silahkan Pak, mdh2an bermanfaat bagi kita semua.
Mohon maaf lahir dan batin Pak, terima kasih banyak atas info-infonya, semoga kita semua selalu mendapat Rahmat dan Hidayah dari Allah
Wassalam Wr. Wb
Agung P
Buntet Pesantren-Cirebon
Salam buat semua pengguna situs ini : Selamat menunaikan ibadah shoum Romadhon 1429 H, semoga kita semua Umat Islam diberikan kekuatan Iman dan Istiqomah dalam jalur kebenaran dalam mencapai keridhoan Alloh SWT. Kita harus tetap berpegang teguh kepada ajaran Alloh dan Rosulnya yang terbaik.. Amien.
Assalamu alaikum ,
Semoga Allah memberikan kemudahan kepada semua orang yang membaca blog ini
Assalamualaikum Pak Ustadz,
maaf lahir batin.
ditunggu pak ustadz buku mengenai amalan bulan rajab, sya’ban dan ramadhannya.
Sama2, mohon maaf lahir dan batin. Doakan segera bisa membukukannya; paling tidak, menjadikannya eBooks.
SALAM BUAT SEMUA PEMBACA SITUS INI. SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H. MOHON MAAF ATAS SEGALA KESALAHAN DAN KEKHILAFAN YANG PERNAH SAYA PERBUAT. MINAL ‘AIDIN WAL FAIZIN. SALAM SILATURRAHIM
Assalamu’alaykum wr. wb
Saya telah dapat manfaatkan sungguh, arikel disini. Maka saya telah ‘copy’ & ‘paste’ tanpa edit, dgn pautan ka website ini sejak Ramadhan yg baru berlalu. Kira nya dapat izinkan saya melakukan nya terus terusan.
wassallam
Wass, silahkan Pak Zainuddin. Smg bermanfaat bagi orang banyak.
Assalamu’alaykum wr wb Ustad.
Ustad tertarik dengan shalat dan doa untuk orang tua dan anak, bisa saya dapat dari ustad gitu ?
Sebelumnya trima kasih
Aroma Kristen di Balik Hari Valentine
Oleh : Fauzi Mushoffa
Valentine Day (Hari Valentine) sudah menjadi tren perayaan cinta di negara kita, negara Indonesia. Para remaja bersuka-ria menyambut kedatangannya dengan berbagai ekspresi yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam dan tradisi leluhur kita. Orang-orang dari generasi tua pun, tidak sedikit yang ikut-ikut bergabung, atau minimal membiarkan anak-anak mereka merayakannya dengan hal-hal yang berbau pergaulan bebas. Para remaja kita menghabiskan banyak uang dan waktu untuk memperingatinya, karena menurut mereka hari itu adalah hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang pada orang yang dicintainya.
Asal Mula Hari Valentine
Ada banyak versi tentang Valentine, di antaranya adalah kisah Pendeta Santo Valentinus yang dihukum mati pada tanggal 14 februari 270 M oleh Kaisar Romawi Claudius II karena menentang perintah-perintahnya. Pada waktu itu, kerajaan tersebut sedang gencar-gencarnya melakukan invasi ke kerajaan-kerajaan lain. Claudius II menilai bahwa tentaranya yang belum kawin lebih tabah berperang, sekalipun berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, daripada mereka yang sudah menikah. Oleh karena itu, raja ambisius ini melarang para pemuda menikah dan memerintah agar menjadi prajuritnya. Namun St. Valentinus yang sedang asyik menjalani percintaannya tidak memperdulikan larangan itu, sekalipun akan berdampak negatif pada dirinya. Dia menikah di gereja dengan sembunyi-sembunyi, tapi hal itu tercium juga oleh Claudius II. Dan akhirnya Valentinuspun ditangkap dan dipenjara. Ketika mendekam di penjara, dia berkenalan dengan putri salah satu petugas yang sedang sakit, lalu dia mengobatinya hingga sembuh dan hatinya terpaut pada perempuan jelita itu. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu bertuliskan “dari yang tulus cintanya, Valentinus”.
Menurut versi kedua, St. Valentinus adalah misionaris Kristen yang datang ke Romawi dan mengajak penduduk setempat memeluk agama yang dibawanya. Setelah misi tersebut sampai ke telinga Claudius II dan dianggap akan mengganggu stabilitas kerajaannya, maka Claudius II menangkap dan menjatuhinya hukuman mati.
Sedangkan versi lain menyebutkan, ketika Kristen tersebar di daratan Eropa, di salah satu desa ada sebuah tradisi yang menarik perhatian para pendeta, yaitu setiap pertengahan Februari para pemuda berkumpul dan menulis nama-nama gadis di desa tersebut lalu dimasukkan ke dalam sebuah kotak. Setelah itu masing-masing mereka mengambil satu persatu nama yang telah dimasukkan. Nama gadis yang keluar dari kotak tersebut akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun dan saling kirim kartu yang bertuliskan “dengan nama tuhan ibu”.
Akibat sulitnya mengubah tradisi tersebut, maka para pendeta itu memutuskan untuk mengubah kata “dengan nama tuhan ibu” yang sudah mengakar jadi keyakinan dengan kata “dengan nama pendeta Valentine”, sehingga bisa mengikat para pemuda desa itu dengan agama Kristen yang menjadi misi utama para pendeta itu mendatangi daratan Eropa.
Beberapa tahun kemudian, peringatan Valentine Day berkembang pesat seiring dengan pesatnya perkembangan Agama Kristen di Eropa.Kemudian Paus Gelasius mendeklarasikan tanggal 14 Februari sebagai Valentine Day sekitar tahun 498 M. Demikianlah legenda-legenda seputar Valentine Day, meski masih terjadi banyak kesimpangsiuran mengenai hal ini.
Di Balik Hari Valentine
Bila merujuk pada sejarah di atas, maka budaya perayaan Hari Valentine sebetulnya adalah salah satu trik dari sekian banyak trik kristenisasi, untuk melepas dan menghancurkan keyakinan kita secara perlahan tanpa kita sadari. Tapi ironisnya, kita yang diperintah untuk mengikuti jejak langkah Rasulullah r kadang juga ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, yang sebetulnya dirayakan oleh umat Kristiani untuk mengenang kembali kematian seorang pendeta Kristen yang mati dibalik jeruji besi. Padahal, kita tidak pernah mengingat kematian para tokoh Islam seperti Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Hamzah bin Abdil Mutthallib, dan lainnya yang mati terbunuh dengan cara yang sadis dan mengenaskan ketika mereka mempertahankan ajaran mulia yang diembannya.
Maka, bagi umat Islam sangat tidak layak ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, karena perayaan itu adalah hari raya dan tradisi orang-orang musyrik yang bertujuan untuk mengenang kematian seorang pendeta dan untuk mengikat hati orang-orang yang merayakannya dengan agama kafir. Harus kita ingat bahwa dalam riwayat Abdullah bin Umar, Rasulullah pernah menyatakan.
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
Artinya : “Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dalam golongan mereka.” (HR Abu Dawud: 3512)
Menurut al-Munawi dan al-Alqami, kata tasyabbaha biqaumin (menyerupai suatu kaum) memiliki arti berhias diri, berperilaku, dan melakukan tradisi sama dengan mereka. Jadi, orang yang meniru suatu kelompok dalam berpakaian, berperilaku, atau melakukan tradisi mereka, maka dia akan mendapatkan dosa yang sama dengan kelompok tersebut, apabila yang ditiru adalah perbutan buruk; dan mendapat pahala yang sama dengan kelompok tersebut, apabila yang ditiru adalah perbuatan baik.
Maka, atas dasar hal ini, kita mesti menerapkan filter yang ketat dalam menerima budaya dan tradisi orang lain. Budaya dan tradisi itu harus diukur dengan ukuran-ukuran syariat. Karena, Islam melarang kita meniru budaya atau menggunakan atribut-atribut yang biasa digunakan oleh orang-orang fasik, apalagi orang-orang kafir.
Sumber: Sidogiri.com
Satu tanggapan ke “Aroma Kristen di Balik Hari Valentine”
RABITHAH ALAWIYAH
Sejarah
SEKILAS GAMBARAN UMUM RABITHAH ALAWIYAH
Latar Belakang.
Dalam rangka memelihara dan meningkatkan harkat dan martabat umat Islam di Indonesia, khususnya keluarga Alawiyin melalui usaha-usaha social kemasyarakatan dan pendidikan serta da’wah Islamiyah melalui pembinaan akhlak karimah serta ukhuwah Islamiyah dalam persatuan berbangsa dan bernegara, maka dua bulan setelah peristiwa Sumpa Pemuda, beberapa tokoh Alawiyin menganjurkan kepada Pemerintah Belanda untuk mendirikan perkumpulan kaum Alawiyin yang bernama al – Rabithatoel al – Alawijah berdasarkan akte Notaris Mr. A.H. Van Ophuijsen No. 66 tanggal 16 Januari 1928 dan mendapat pengesahan dari pemerintah Belanda pada tanggal 27 Desember 1928 (1346 H), yang ditandatangani oleh GR. Erdbrink ( Sekretaris Pemerintah Belanda).
Untuk merealisasikan program-program Rabithah Alawiyah, beberapa waktu kemudian didirikan al-Maktab al-Daimi, suata lembaga yang khusus memelihara sejarah dan mencatat nasab As-Saadah Al-Alawiyyin. Maktab ini telah melakukan pencatatan di seluruh wilayah Indonesia. pada tanggal 28 Januari 1940, jumlah Alawiyin yang tercatat oleh Maktab Daimi berjumlah 17.764 orang. tokoh-tokoh yang telah berjasa antara lain : Sayid Ali bin Ja’far Assegaf dan Sayid Syech bin Ahmad bin Shabuddin.
Realisasi Program Rabithah Alawiyah lainnya adalah di dalam bidang social. kegiatan social yang dilaksanakan oleh al-Rabithah Al-Alawiyah antara lain mendirikan Panti Asuhan Daarul Aitam pada tanggal 12 Agustus 1931 di jalan Karet No. 47, yang dipimpin pertama kali oleh Sayid Abubakar bin Muhammad bin Abdurrahman Al Habsyi.
Perkembangan kegiatan masyarakat Alawiyin khususnya dan keturunan Arab umumnya di kemudian hari mengikuti pasang surutnya pergerakan politik di Indonesia. Di antara mereka banyak yang terjun ke bidang politik, bergabung dalam Organisasi Partai Arab Indonesia (PAI), mengingat partai-partai Nasionalis masih belum membuka diri untuk keturunan Asing.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan dan PAI dibubarkan, mereka berkiprah di partai-partai politik sesuai dengan hati nurani masing-masing. sedangkan perkumpulan al-Rabithah al – Alawiyah sebagai kelanjutan dari perkumpulan Jami’at Kheir tetap bergerak pada bidang social kemasyarakatan.
Hingga kini Rabithah Alawiyah mempunyai jaringan kerja dengan majlis-majlis taklim di seluruh Indonesiayang dikelola oleh kaum Alawiyin. Di samping itu Organisasi ini jugam memfasilitasi pendirian Lembaga-lembaga Pendidikan dari mulai tingkat taman kanak-kanak hingga tingkat perguruan tinggi.
Dalam rangka ikut mensukseskan wajib belajar, Rabithah Alawiyah telah memberikan bea siswa untuk anak-anak Alawiyin dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Sampai saat ini bea siswa telah diberikan kepada 4.040 anak. Sedangkan di bidang kesehatan, Rabithah Alawiyah telah memberikan bantuan kepada 1.659 orang dalam bentuk bantuan social kesehatan.
Kiprah keluarga besar Rabithah Alawiyah terhadap kepentingan Nasional secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama melalui Lembaga Pendidikan Formal. Pesantren, Majlis Taklim, Majlis Dzikir, Lembaga Kursus ketrampilan yang tersebar di seluruh Tanah Air, turut serta berperan aktif mencerdaskan juga mendewasakan kehidupan berbangsa dan bernegara, membangun perekonomian rakyat serta menumbuh kembangkan kecintaan terhadap Negara Persatuan dan Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu juga Rabithah Alawiyah berusaha mewujudkan Muslim/Muslimah Indonesia selaku warga Negara yang berakhlakul karimah, mempunyai keperdulian dan turut serta bertanggung jawab mengentaskan kemiskinan dan turut perduli di dalam mengatasi persoalan-persoalan social yang terjadi ditingkat local maupun Nasional di Tanah Air.
Pendiri Al Rabithatoel Al Alawijah.
Perkumpulan al Rabithatoel Al Alawijah berdiri pada tahun 1346 H bertepatan dengan tanggal 27 Desember 1928 Masehi.
Adapun para Anggota Pengurus yang pertama kali dari perkumpulan ini adalah mereka yang mendirikan yaitu :
Sayyid Muhammad bin Abdurrahman bin Syihab ( Ketua Umum )
Sayyid Abubakar bin Abdullah Alatas ( Wakil Ketua I )
Sayyid Abdullah bin Ali Alaydrus ( Wakil Ketua II )
Sayyid Abubakar bin Muhammad Al-Habsyi ( Bendahara I )
Sayyid Idrus bin Ahmad bin Syihab ( Bendahara II )
Sayyid Ahmad bin Abdullah Assegaf ( Sekretaris )
Sayyid Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi ( Pengawas )
Sayyid Alwi bin Muhammad Al-Haddad ( Pengawas )
Sayyid Alwi bin Thohir Al-Haddad ( Pengawas )
Sayyid Umar bin Abdullah Az-Zahir ( Pengawas )
Sayyid Abdullah bin Abubakar Al-Habsyi ( Pengawas )
Syekh Salim bin Ahmad Bawazir ( Pengawas )
Visi dan Misi
AZAS, VISI, MISI dan TUJUAN, Dalam Anggaran Dasar telah dinyatakan bahwa organisasi ini mempunyai Azas, Visi, Misi dan Tujuan sebagaimana ditetapkan dalam Muktamar,yaitu:
• Azas
Rabithah Alawiyah dibangun dengan azas Islam yaitu berpegang kepada Alquran dan Sunnah Rasul Muhammad SAW, sebagai kelanjutan dari apa yang diwariskan oleh tokoh Alawiyin pendiri Arrabitatoel al-Alawijah, sesuai dengan Thariqah Alawiyah. Menerima Pancasila sebagai azas Negara RI.
• Visi
Menjadi wadah penggerak dan pemersartu Alawiyin di Indonesia.
• Misi
Membina Ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kesadaran dan peran serta Alawiyin dalam kehidupan bermasyarakat , menciptakan kader – kader Alawiyin sebagai insan dan pemimpin yang berakhlaqul karimah, menganjurkan kebaikan dan mencegah kemungkaran.
• Tujuan
Meningkatkan kesejahteraan lahir batin Ummat Islam Indonesia umumnya dan Keluarga Alawiyin khususnya.
SUSUNAN KEPENGURUSAN
RABITHAH ALAWIYAH PERIODE 2006-2011
Dewan Penasehat
Ketua : Hb. Abdurrahman Syech Alatas
Anggota :
- Hb. Dr. Syechan Syaukat Syahab
- Hb. Umar Muhammad Muclahela
- Hb. Dr. Quraisy Syahab
- Hb. Husein Ali Alatas
- Hb. Ali Abdurrahman Assegaf
- Hb. Abdurrahman Muhammad Al-Habsyi
- Hb. Abdul Kadir Muhammad Al-Haddad
- Hb. Dr. Salim segaf Al-Jufri
- Hb. Muhammad Assegaf, SH.
Dewan Pengawas
Ketua : Muhsein Muhdhor Khamur
Wakil Ketua : Kadzim Salim Al-Hiyed
Anggota :
- Ja’far Al-Haddar
- Ahmad AR. Massawa
- Muhammad Husein Assegaf
- Ketua Jamiat Kheir
- Ketua Daarul Aitam
Dewan Pengurus
Ketua Umum : Zen Umar Smith
Wakil Ketua Umum : Muhsin Idrus Al-Hamid
Ketua : Muhammad Rizik Syahab
Ketua : Ahmad Abdullah Al-Kaff
Ketua : Ahmad Fahmi Assegaf
Ketua : Ismet Abdullah Al-Habsyi
Sekretaris Umum : Umar Ali Az-Zahir
Wakil Sekum : Idrus Alwi Al-Masyhur
Bendahara Umum : Abdulkadir Abdullah Assegaf
Wakil Bend. Umum : Ahmad Umar Muclahela
Bidang Pemberdayaan Usaha :
- Ahmad Riyadh Al-Khiyed
- Naufal Ali Bilfaqih
Bidang Kesejahteraan dan Sosial :
- Abubakar Umar Alaydrus
- Husein Muhammad Al-Hamid
Bidang Pemberdayaan Pemuda Dan Wanita :
- Abdurrahman Alaydrus
Bidang Informasi dan komunikasi :
- Faisal Assegaf
Bidang Organisasi :
- AbdurrahmanAK. Basurrah
Bidang Pendidikan :
- Muhammad Anis Syahab
- Muhammad Idrus Al-Hamid
- Toha Hasan Al-Habsyi
Bidang Dakwah :
- Jindan Naufal Djindan
- Muhammad Vad’aq
- Muhammad Ridho bin Yahya
Program Kerja
I) Maktab Daimi
1.1.Upaya menjadikan Maktab Addaimi satu-satunya lembaga nasab Alawiyin
1.2.Pemutahiran data Alawiyin
1.3.Pelatihan Kader pelestarian Nasab
II) Keagamaan
2.1.Memfasilitasi para Dai Alawiyin dalam kegiatan dakwah di daerah (Cabang)
2.2.Mendokumentasikan kegiatan para Dai yang berkualitas sebagai media dakwah
2.3.Menjadikan potensi seremonial kegiatan keagamaan sebagai media silaturahmi dan pembahasan masalah-masalah aktual.
III) Pendidikan & Kesejahteraan
3.1.Menerbitkan buku panduan untuk menumbuhkan ghiroh Alawiyin
3.2.Memfasilitasi forum komunikasi lembaga pendidikan milik alawiyin minimal satu tahun sekali
3.3.Pemberian beasiswa bagi pelajar/mahasiswa Alawiyin berprestasi yang tidak mampu
3.4.Mengupayakan peluang beasiswa pendidikan dari lembaga Luar negeri
3.5.Meningkatkan pemanfaatan website Rabithah Alawiyah ( http://www.rabithah.net) dan email (sekretariat@rabithah.net)dalam pemberian informasi peluang kerja dan usaha dari dan ke seluruh cabang
IV) Pendanaan
4.1.Mengaktifkan donatur tetap
4.2.Meningkatkan penerimaaan Zakat,infaq,Shadaqah
4.3.Mendirikan badan usaha/koperasi
4.4.Mengusahakan bantuan dari luar negeri
REKOMENDASI
1. Mendokumentasikan manuskrip dari Alawiyin
2. Mendirikan perpustakaan Ke-Islaman
3. Turut serta dalam pembentukan Rabithah Islamiyah Indonesia.
4. Berperan aktif dalam kegiatan Organisasi Islam
5. Mengadakan pertemuan untuk mengevaluasi program kerja minimal 2 tahun sekali
Dalam menangani dan menghadapi tantangan Wahhabi, jangan pula kita lupa satu lagi virus yang amat berbahaya kepada umat Islam, bahkan mungkin lebih bahaya dari Wahhabi, yang boleh menjerumuskan umat ke arah kesesatan dan kebinasaan. Syiah tidak kalah dengan Wahhabi dalam memusuhi dan membunuh Ahlus Sunnah wal Jamaah. Bahkan terdapat kalangan mereka yang terkenal melakukan pembunuhan demi mencapai cita-cita dan hasrat mereka. Sudah tidak menjadi rahsia bahawa kejatuhan Daulah ‘Abbasiyyah di Baghdad juga akibat pengkhianatan puak Syiah. Siapa tidak tahu mengenai Nashiruddin ath-Thusi yang sanggup bersekongkol dengan pihak Monggol untuk membunuh kaum Muslimin. Janganlah kerana layap leka mengagungkannya sebagai seorang ahli astronomi dan saintis, maka kita lupa kepada jenayah dan pengkhianatannya terhadap umat ini. Kita tidak tahu entah berapa ramai orang Ahlus Sunnah wal Jamaah telah dibunuh mereka, bahkan sehingga kini Ahlus Sunnah masih ditindas di Iran yang dahulunya adalah negara Ahlus Sunnah. Slogan perpaduan, “la Syiah wa la Sunnah”, adalah seumpama slogan puak Khawarij sewaktu memerangi Baginda ‘Ali r.a. iaitu perkataan yang benar tetapi tujuannya adalah kebatilan. Jika tidak ada perbezaan antara Sunnah dengan Syiah, maka kenapa perlu kamu wahai Syi`i menyebarkan fahaman kamu dalam negeri kami yang penduduknya telah sekian lama berada di bawah naungan ‘aqidah Ahlus Sunnah wal Jama`ah? Allahu … Allah, sungguh Syiah sama dengan Wahhabi, sama-sama memusuhi Ahlus Sunnah wal Jama`ah dan mereka akan menindas bahkan membunuh Ahlus Sunnah wal Jama`ah apabila dapat berbuat sedemikian. Siapakah kita ini, jika para sahabat yang mulia juga tidak lepas dari kebencian puak tersebut. Waspadalah wahai Sunniyyun.
Kepada keturunan habaib yang kami cintai, janganlah terpengaruh dengan dakyah puak Syiah yang kononnya mencintai kamu. Sungguh kecintaan mereka itu hanya tipuan semata. Berpeganglah kamu kepada jangan para salaf kamu yang mulia agar kalian dapat kami jadikan panutan sebagaimana leluhur kamu terdahulu.
Dalam satu pernyataan daripada Dewan Pengurus Pusat (DPP) Rabithah Alawiyah tentang perselisihan Sunni – Syiah dinyatakan antara lain:-
Surat pernyataan dari para ulama, munsib dan tokoh-tokoh keluarga Abi Alawi di Hadramaut dan al-Haramain mengenai urusan seputar Rabithah Alawiyah yaitu “Agar tetap kokoh dan istiqomah di atas fondasi, aturan-aturan dan Anggaran Dasar yang telah disusun oleh para pendiri dan kepengurusan Rabithah Alawiyah terdahulu yang berjalan di atas Thariqah Ahlu Sunnah Wal Jamaah al-Asy`ariyah, mengakui dan mengikuti madzhab yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi`i dan Hambali).
Diharap para habaib kita akan terus menjaga jalan para leluhur mereka. Dengan itu, tetaplah kemuliaan berada bersama mereka dan sentiasalah mereka menjadi ikutan dan panduan para muhibbin.
Posted at 08:32 pm by ahlulbait
MUQOFFA MAHYUDDIN
SEBUAH SAPAAN PERADABAN BARU TENTANG RESOLUSI KONFLIK
Sunday, August 03, 2008
“Gebrakan Ilmiah NU Pasuruan Bongkar Kebohongan Aktivis Gender”
“Gebrakan Ilmiah NU Pasuruan Bongkar Kebohongan Aktivis Gender”
Belum lama ini, (September 2004), Rabithatul Ma’ahid Islamiyah (RMI), Cabang Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menerbitkan sebuah buku berjudul “Menguak Kebatilan dan Kebohongan Sekte FK3″. RMI adalah
organisasi ikatan Pondok Pesantren di bawah Naungan Organisasi Nahdhatul
Ulama (NU). Buku ini merupakan hasil kajian ilmiah Forum Kajian Islam
Tradisional Pasuruan (FKIT), yang beranggotakan kyai-kyai muda dari berbagai pesantren, seperti Abdulhalim Mutamakkin, Muhibbul Aman Ali, HA Baihaqi Juri, M. Idrus Ramli, dan sebagainya.=20
Para kyai itu merasa resah dengan terbitnya sebuah buku berjudul “Wajah Baru Relasi Suami-Istri, Telaah Kitab ‘Uqud al-Lujayn’, karya Imam
Nawawi al-Bantani, seorang ulama terkenal yang dijuluki ‘Sayyid Ulama Hijaz’. Maka mereka melakukan diskusi ilmiah intensif lebih dari 20 kali, dan hasilnya keluarlah sebuah buku ilmiah yang menarik ini. Tentu saja, aktivitas ilmiah ini sangat membanggakan, mengingat begitu besarnya perhatian para elite NU terhadap masalah-masalah politik, seputar pemilihan Presiden tahun 2004. Sebagai ‘ulama’ pewaris para Nabi, para kyai itu tampaknya tidak melupakan tugasnya untuk menjaga aqidah umat, di tengah situasi dan kondisi yang tidak terlalu mendukung perjuangan ilmiah mereka. Menyimak isi buku ini, bisa dikatakan, para kyai muda itu memiliki
daya intelektual dan penguasaan literatur-literatur Islam yang cukup mendalam. Ratusan kitab-kitab klasik dikaji dan disajikan dengan baik dalam buku ini.=20
KH Abdulhalim Mutamakkin, Ketua RMI Kabupaten Pasuruan, dalam pengantarnya menyatakan, bahwa mengkritisi sebuah karya memang perbuatan yang terpuji dalam rangka mencari suatu kebenaran. Akan tetapi apabila dilakukan dengan cara dan tujuan yang tidak benar atau oleh orang yang tidak memiliki cukup ilmu untuk memahami karya yang bersangkutan, maka harus diluruskan. KH Ahmad Subadar, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Pasuruan,
menulis dalam pengantarnya, “Saya telah melihat dan membaca risalah ini, dan saya mengambil kesimpulan, bahwa risalah ini adalah benar-benar menegakkan ajaran Rasululah saw, dan meluruskan paham orang yang salah,
melenceng dari tuntunan ulama’una al-salaf.=20
Telaah kritis para ulama Jawa Timur ini sungguh menyejukkan. Ditengah kegersangan situasi intelektual, mereka mau dan berani berbicara yang benar, mereka berani melawan arus besar, Gerakan yang engatasnamakan kesetaraan gender, yang justru disebarkan oleh para elite NU sendiri. Apa
yang mereka sebut sebagai “Sekte FK3″ (Forum Kajian Kitab Kuning), yang melakukan tindakan kebatilan dan kebohongan, adalah orang-orang yang cukup terkenal di kalangan NU sendiri. Di situ ada nama Sinta Nuriyah
Abdurrahman Wahid, Masdar F. Masudi, Husen Muhammad, Lies Marcus, dan sebagainya. Namun, para kyai dari kota kecil di Jawa Timur itu tidak gentar dan mampu membuktikan, bahwa buku yang diterbitkan oleh FK3, yang mengkritik kitab ‘Uqud al-Lujayn, adalah buku yang bertaburan dengankebatilan dan kebohongan. Bagi kaum Muslimin yang tidak mempunyai kemampuan dan keakraban dalam membaca karya-karya klasik ulama Islam, memang bisa terpengaruh. Apalagi yang memang menginginkan masuknya paham kesetaraan gender ala Barat dalam masyarakat Islam.=20
Orang-orang yang membawa ideologi kesetaraan gender ke dalam pondok-pondok pesantren adalah juga orang-orang yang mempelajari kitab-kitab klasik dan mencantumkan rujukan mereka pada karya-karya klasik
ulama Islam. Namun, melalui buku terbitan RMI Pasuruan ini, kebohongan dan kebatilan kelompok FK3 itu dibongkar satu persatu.=20
Misalnya, penilaian FK3 terhadap hadits “Barangsiapa yang
meniru-niru suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” Terhadap hadits ini, FK3 menulis: “jalur hadits ini dhaif sebagaimana ditetapkan oleh al-Sakhawi dalam Kitab “al-Maqashid al-Hasanah”. Pendapat itu dijernihkan
oleh FKIT, dengan menyebutkan, bahwa al-Albani dalam “Irwa’ al-Ghalil fi Takhrij Ahadits Manar al-Sabil” (hadits no 1269), menyatakan hadits itu sahih. Kata-kata Sakhawi juga dipotong. Aslinya merupakan ungkapan dari
al-Munawi dalam Faidh al-Qadir, yang berbunyi: “Al-Sakhawi berkata, sanad hadits Ibnu Umar dhaif akan tetapi memiliki beberapa syahid. Ibnu Taimiyah
berkata, sanadnya jayyid, dan Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari, sanadnya hasan.” FK3 memilih komentar al-Sakhawi karena menilai sanadnyadhaif, dan tidak ingin menggunakan hadits itu.=20
Contoh lain, adalah sebuah hadith tentang larangan berkhalwat (berudua-duaan) antara laki-laki dan wanita, yang dikatakan FK3 sebagai hadits dhaif. Padahal, ada hadits lain dengan makna yang sama yang sahih.
Tetapi hal ini tidak disebutkan oleh FK3. Contoh lain adalah soal kepemimpinan laki-laki terhadap wanita, sesuai ayat 34 surat an-Nisa’: “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah
melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian harta mereka.”=20
FK3 menulis komentar tentang ayat ini bahwa : “Mayoritas ulama fiqih dan tafsir berpendapat bahwa qiwamah (kepemimpinan) hanyalah terbatas pada laki-laki dan bukan pada perempuan, karena laki-laki memiliki keunggulan dalam mengatur, berfikir, kekuatan fisik dan mental. Kata-kata FK3 itu dikritik FKIT, dengan disebutkan, bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan diantara ulama fiqih dan tafsir tentang kepemimpinan laki-laki dalam rumah tangga termasuk dalam kepemimpinan negara (imamah). Masalah kepemimpinan laki-laki ini dibahas dengan panjang lebar dan tampak bahwa argumentasi
FK3 atau aktivis kesetaraan gender, memang tidak kuat dan hanya dicocok-cocokkan dengan kemauan dan tujuan ideologi kesetaraan gender, yang belum tentu cocok dengan Islam.=20
Soal kepemimpinan laki-laki ini dihujat oleh FK3, dengan menyatakan, bahwa “di masa sekarang dalam bidang ekonomi atau sosial, banyak perempuan yang lebih unggul daripada laki-laki.”=20
Argumentasi FK3 ini sangatlah lemah, sebab sejak dulu, ada saja wanita yang lebih unggul dari laki-laki. Khadijah r.a. adalah seorang wanita bangsawan dan kaya raya dan banyak mempekerjakan laki-laki,
termasuk Rasulullah saw, di masa mudanya. Siti Aisyah r.a., juga seorang wanita yang unggul dalam kepemimpinan dan intelektual, melebihi banyak
kaum laki-laki di zaman itu. Belum lama ini terbit sebuah kitab fiqih hasil ijtihad ulama perempuan terkemuka, yaitu Aisyah r.a. berjudul “Mausu’ah Fiqh ‘Aisyah Ummu al-Mu’minin Hayatuha wa Fiqhuha”, setebal 733
halaman. Hasil ijtihad beliau sebagai seorang perempuan, tidak berbeda dengan hasil ijtihad para mujtahid laki-laki. Namum, seringkali tuduhan
kepada para mujtahid dan fuqaha ditimpakan, bahwa fiqih didominasi oleh laki-laki, dan ajaran agama ditafsirkan berdasarkan kepentingan laki-laki.”=20
Demikianlah kajian FKIT Pasuruan yang perlu ditelaah dna
didiskusikan lebih jauh, khususnya bagi kalangan NU, dan kaum Muslim pada umumnya. Sebab, saat ini begitu gencar serangan terhadap ajaran-ajaran Islam yang dinilai para aktivis gender ala sekular-Barat tidak cocok
dengan zaman. Tuduhan-tuduhan bahwa ajaran Islam banyak didominasi oleh kaum laki-laki, seperti datang bertubi-tubi, sehingga bantak yang kemudian
meragukan ketulusan dan kecanggihan ijtihad para ulama terdahulu. Padahal, sepanjang sejarah Islam, begitu juga banyak diantara ulama-ulama Islam adalah wanita. Tetapi, mereka tidak pernah menggugat masalah kepemimpinan
laki-laki dalam rumah tangga, atau berbagai masalah yang dipersoalkan oleh aktivis kesetaraan gender, seperti sekarang ini. Kepemimpinan bukan hanya soal “hak”, tetapi juga tanggung jawab. Artinya, bagi laki-laki, tanggung
jawab itu belaku di dunia dan akhirat. Dalam soal kepemimpinan negara pun, banyak rakyat yang lebih pintar dan mahir dalam kepemimpinan dari kepala
negaranya. Oleh karena itu, seyogyanya, wanita memilih calon suaminya yang “sekufu” atau laki-laki yang memang mampu menjadi pemimpin. Bisa saja istri lebih pintar dari suaminya, tetapi hak kepemimpinan memang ada pada
suaminya, termasuk hak talak. Pemimpin yang baik, pasti akan memanfaatkan kepintaran istrinya. Ini bukan masalah baru, sudah banyak rumah tangga yang sukses, meskipun istri lebih pandai dari suaminya, dan tetap ia
menghormati kepemimpinan suaminya. Ini bukan soal tinggi atau rendah martabat sebagai manusia, tetapi adalah soal tanggung jawab dan pembagian tugas.=20
Masalah kesetaraan gender memang saat ini begitu menggejala dan menjadi proyek yang banyak menyediakan dana. Beberapa waktu lalu, Tim
Pengarusutamaan Gender Departemen Agama telah memproduksi legal draft
Kompilasi Hukum Islam yang sangat kontroversial dan ‘ajaib’, yang tidak berpijak pada metodologi Islam, tetapi pada prinsip-prinsip kesetaraan gender, pluralisme, nasionalisme, dan sebagainya. Tanggal 25 Oktober 2004
lalu, Harian Kompas menurunkan tulisan seorang wanita aktivis Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah, berjudul “Khatib Perempuan”. Tulisan itu
menggugat, mengapa tidak ada khatib jumat atau salat tarawih yang perempuan. “Tak adakah kesempatan bagi dai perempuan untuk berkhotbah?”
Dari sekian ribu masjid di Tanah Air, tulisnya, tak satu pun perempuan menjadi khatib. Satu-satunya perempuan yang ia dengar berani berkhotbah Jumat di hadapan pria adalah Prof Amina Wadud, sarjana Muslim terkemuka. Ia naik mimbar Masjid Claremont Main Road di Cape Town di Afrika Selatan.=20
Menurut dia, secara umum, khatib adalah orang yang menyampaikan ajaran agama atau khotbah sebelum shalat Jumat atau kegiatan keagamaan lain. Untuk itu, seorang khatib harus memiliki kecakapan dan pengetahuan agama yang baik. Dan kini yang memiliki kecakapan dan pengetahuan agama yang cukup tak hanya laki-laki. Terbukti, kini mubalig perempuan telah
bermunculan. Sayangnya, mereka tetap tidak bisa menjadi khatib maupun imam shalat di masjid. Mereka hanya bisa menjadi khatib atau imam di rumah atau pelbagai majelis taklim di kalangan perempuan sendiri.=20
Jelaslah, kata wanita ini, perempuan tidak boleh berkhotbah di
masjid bukanlah karena ketidakmampuan mereka. Dalil-dalil yang menolak
perempuan untuk berkhotbah “harus dipahami secara kontekstual, sesuai
dengan situasi dan kondisi budaya saat dalil itu dikemukakan, sebab
prinsip utama dalam Islam adalah musawah, hak yang sama antara laki-laki
dan perempuan, tidak mengenal pembatasan dan diskriminasi dalam
pelaksanaan ibadah.”=20
Kata dia: “Kala situasi sekarang berbeda dengan dulu, keamanan telah
sepenuhnya dijamin, dai-dai perempuan pun bermunculan, masihkah kita tidak
mau memberi kesempatan bagi perempuan untuk berkhotbah atau memimpin
shalat di masjid? Barangkali di antara kita belum ada yang berani tampil
seperti Prof Amina Wadud. Namun, setidaknya kita berani bertanya dalam
diri kita: apa yang sebenarnya kita takutkan dan apa yang kita
pertahanankan jika perempuan bicara di masjid? Apakah ada yang akan merasa
bakal kehilangan otoritasnya sebagai pemimpin agama dalam masyarakat?
Ataukah rasa maskulinitas kita sedang terancam?”=20
Wanita ini sedang menampilkan dirinya sebagai ‘mujtahid’ yang merasa
lebih hebat dari ribuan ulama, termasuk ulama-ulama wanita, seperti
Sayyidah Aisyah r.a. Sepanjang 1500 tahun, dan di belahan dunia mana pun,
ulama Islam tidak pernah berpikir semacam ini. Jika fiqih dipengaruhi oleh
waktu dan tempat atau budaya, di mana-mana kaum Muslim selama ribuan tahun
punya pendapat yang sama tentang banyak masalah fiqih. Tentu ada
perbedaan, tetapi bukan karena perbedaan budaya. Lalu, apakah yang
dimaksud dengan musawat? Apakah itu berarti persamaan dalam segala hal
antara laki-laki dan wanita? Jika si wanita ini merasa mampu dan berhak
menjadi khatib Jumat, apakah dia mau hukum salat Jumat juga wajib baginya?
Apakah si wanita ini lalu merasa menjadi terhormat jika dapat berkhotbah
Jumat?=20
Tanpa dia sadari, atau mungkin dia sadari, si wanita yang mengaku
dari aktivis organisasi intelektual Islam ini, sebenarnya sedang
membongkar agamanya sendiri. Dengan dalil “musawat” dia bisa membongkar
apa aja yang dikehendaki, yang penting sama dengan laki-laki. Dia bisa
menuntut hak talak, karena perempuan juga bisa mentalak suaminya. Wanita
juga bisa menuntut untuk masuk masjid, meskipu sedang haid, karena
sekarang sudah ada pembalut wanita yang mampu menahan ceceran darah. Di
masa turunnya ayat, pembalut wanita belum ada. Wanita juga bisa mencari
nafkah dan menjadi kepala keluarga. Wanita juga tidak harus melahirkan dan
menyusui anaknya, karena dia bisa menyewa orang lain untuk melahirkan dan
menyusui anaknya. Kelebihan seperti dalam surat an-Nisa ayat 34, menurut
mereka, bukan kelebihan berdasarkan jenis kelamin.=20
Inilah pemahaman yang keliru. Secara umum, hingga kini, dalam soal fisik saja, laki-laki memang lebih unggul dari perempuan. Meskipun secara perseorangan, banyak wanita lebih unggul dan lebih kuat secara fisik. Bisa
dipastikan, juara tinju dunia kelas berat wanita, Lamya Ali, misalnya,
lebih kuat pukulannya dan akan menang bertinju melawan Komar, pelawak yang
kini menjadi anggota DPR. Banyak wanita jago angkat besi atau bela diri
yang mungkin saja lebih kuat fisiknya ketimbang suaminya. Tetapi, secara
umum, tetap saja laki-laki lebih kuat. Para aktivis kesetaraan gender
sebenarnya mengakui hal ini. Maka mereka tidak memprotes, bahwa dalam
bidang olah raga, kaum wanita sebenarnya telah didiskriminasi dan
diperhinakan dengan sadis, dengan dibeda-bedakan kelompok pertandingannya
dengan laki-laki. Jika para aktivis kesetaraan gender ini konsisten, maka
mereka harusnya memprotes hal itu, dan menuntut, agar tidak ada lagi
pembedaan pertandingan tinju laki-laki dan tinju wanita, angkat besi
laki-laki dan angkat besi wanita, sepakbola laki-laki dan perempuan, gulat
laki-laki dan gulat wanita, bulu tangkis laki-laki dan wanita, dan
sebagainya.=20
Para aktivis kesetaraan gender ini tidak menuding, bahwa olimpiade,
Sea-games, dan sebagianya, adalah rekayasa kaum laki-laki, yang
mendiskriminasi wanita, karena memperlakukan wanita sebagai makhluk lemah.
Nyatanya, aktivis kesetaraan gender hanya berani menuduh-nuduh para ulama,
para fuqaha, bahwa mereka merakayasa hukum agama untuk kepentingan
laki-laki. Tuduhan yang sebenarnya sangat jahat, karena dilakukan
serampangan. Pada 21 November 2004, seorang yang mengaku aktivis liberal,
menulis di Harian Jawa Pos, bahwa ada seorang wanita, bernama Maryam
Mirza, yang melakukan khotbah shalat Id, di Amerika Serikat. Penulis ini
sangat bangga bahwa ada wanita bisa khotbah Id, sehingga ia puji
habis-habisan, dengan kata-katanya berikut:=20
“Penampilan Maryam Mirza memang bahkan bisa dikatakan “revolusioner”
- bukan hanya buat Muslim Amerika, tapi untuk seluruh dunia Islam.
Kesetaraan gender dalam Islam memang terlalu banyak dikatakan dan terlalu
sedikit dilaksanakan… Mudah-mudahan pada Idul Fitri tahun depan, kita di
Indonesia – kalaupun mustahil diharap di Arab Saudi — pun bisa menikmati
tampilnya khatib perempuan dalam salat Id. Jika Maryam Mirza bisa, seperti
kata jamaah salat Id di Washington itu, tentu para perempuan Muslim lain
di mana pun bisa.”=20
Memang, banyak wanita yang mampu menjadi khatib. Tetapi, ironis
sekali cara berpikir seperti ini, bahwa wanita menjadi khatib Id
dibanggakan, hanya karena “WTS” (Waton Suloyo/asal beda dengan yang lain).
Jangankan menjadi khatib, sekarang pun banyak wanita Muslimah yang bisa
membuat pesawat terbang dan menjadi cendekiawan-cendekiawan unggul, tanpa
perlu menjadi khatib Id. Apa yang perlu dibanggakan dengan hal semacam
ini? Sepanjang sejarah Islam, banyak wanita menjadi pejuang unggul, tanpa
perlu menuntut menjadi khatib. Cut Nya’ Din, tetap dihormati dan dipuji
sebagai pahlawan. Cut Mutiah, namanya tetap harum. Mereka tidak berbuat
hal yang aneh-aneh untuk menjadi terkenal. Kalau si penulis artikel itu
ingin ada wanita jadi khatib shalat Id di Indonesia, biarlah istrinya
sendiri, yang jadi imam salat baginya, dan jadi khatib untuk keluarganya
sendiri. Biarlah dia memberi contoh, untuk dirinya sendiri, dan
mempertanggung jawabkannya kepada Allah SWT di Hari Akhirat nanti. Ibnu
al-Mundzir, dalam Kitab al-Ijma’, (hal. 44) menjelaskan, bahwa soal imam
dan khatib ini sudah merupakan ijma’ di kalangan sahabat. Para Ulama Islam
pun tidak pernah berbeda dalam soal ini. Wallahu a’lam.
Diposting oleh qoffa di 8/03/2008 03:02:00 AM 0 komentar
Saturday, July 26, 2008
AWAS BUKU SYI’AH
AWAS Buku Syi’ah
Posted on September 8th, 2002 by admin
Jika kita ke toko buku, terkadang tertarik dengan suatu buku. Namun jangan tergesa-gesa dahulu untuk membelinya. Lihat dulu pengarangnya. Apakah dari Ahlus Sunnah wal jama’ah atau bukan. Kalo perlu, lihat juga penerjemahnya (untuk yang bahasa Indonesia) dan penerbitnya. Jangan sampai kita salah di dalam memilih buku.
Pada kesempatan ini kami bawakan daftar buku-buku syiah yang kami dapatkan dari situs salah satu yayasan syiah di Yogyakarta.
Maksud kami ini tidak lain dan tidak bukan agar kita tidak tersesat dalam memilih buku. Kita tahu dan belajar kejelekan bukan untuk kita amalkan tapi untuk kita jauhi.
PENERBIT JUDUL
BUKU DAN PENGARANG
Lentera 1. Akhlak Keluarga Nabi, Musa Jawad Subhani
2. Ar-Risalah, Syaikh Ja?far Subhani
3. As-Sair Wa As-suluk, Sayid Muhammad Mahdi Thabathaba?i Bahrul Ulum
4. Bagaimana Membangun Kepribadian Anda, Khalil Al Musawi
5. Bagaimana Menjadi Orang Bijaksana, Khalil al-Musawi
6. Bagaimana Menyukseskan Pergaulan, Khalil al-Musawi
7. Belajar Mudah Tasawuf, Fadlullah Haeri
8. Belajar Mudah Ushuluddin, Syaikh Nazir Makarim Syirasi
9. Berhubungan dengan Roh, Nasir Makarim Syirazi
10. Ceramah-Ceramah (1), Murtadha Muthahhari
11. Ceramah-Ceramah (2), Murtadha Muthahhari
12. Dunia Wanita Dalam Islam, Syaikh Husain Fadlullah
13. Etika Seksual dalam Islam, Murtadha Muthahhari
14. Fathimah Az-Zahra, Ibrahim Amini
15. Fiqih Imam Ja?far Shadiq [1], Muhammad Jawad Mughniyah
16. Fiqih Imam Ja?far Shadiq Buku [2], Muh Jawad Mughniyah
17. Fiqih Lima Mazhab, Muh Jawad Mughniyah
18. Fitrah, Murthadha Muthahhari
19. Gejolak Kaum Muda, Nasir Makarim Syirazi
20. Hak-hak Wanita dalam Islam, Murtadha Muthahhari
21. Imam Mahdi Figur Keadilan, Jaffar Al-Jufri (editor)
22. Kebangkitan di Akhirat, Nasir Makarim Syirazi
23. Keutamaan & Amalan Bulan Rajab, Sya?ban dan Ramadhan,Sayid Mahdi al-Handawi
24. Keluarga yang Disucikan Allah, Alwi Husein, Lc
25. Ketika Bumi Diganti Dengan Bumi Yang Lain, Jawadi Amuli
26. Kiat Memilih Jodoh, Ibrahim Amini
27. Manusia Sempurna, Murtadha Muthahhari
28. Mengungkap Rahasia Mimpi, Imam Ja?far Shadiq
29. Mengendalikan Naluri, Husain Mazhahiri
30. Menumpas Penyakit Hati, Mujtaba Musawi Lari
31. Metodologi Dakwah dalam Al-Qur?an, Husain Fadhlullah
32. Monoteisme, Muhammad Taqi Misbah
33. Meruntuhkan Hawa Nafsu Membangun Rohani, Husain Mazhahiri
34. Memahami Esensi AL-Qur?an, S.M.H. Thabatabai
35. Menelusuri Makna Jihad, Husain Mazhahiri
36. Melawan Hegemoni Barat, M. Deden Ridwan (editor)
37. Mengenal Diri, Ali Shomali
38. Mengapa Kita Mesti Mencintai Keluarga Nabi Saw, Muhammad Kadzim Muhammad Jawad
39. Nahjul Balaghah, Syarif Radhi (penyunting)
40. Penulisan dan Penghimpunan Hadis, Rasul Ja?farian
41. Perkawinan Mut?ah Dalam Perspektif Hadis dan Tinjauan Masa Kini, Ibnu Mustofa (editor)
42. Perkawinan dan Seks dalam Islam, Sayyid Muhammad Ridhwi
43. Pelajaran-Pelajaran Penting Dalam Al-Qur?an (1), Murtadha Muthahhari
44. Pelajaran-Pelajaran Penting Dalam Al-Qur?an (2), Murtadha Muthahhari
45. Pintar Mendidik Anak, Husain Mazhahiri
46. Rahasia Alam Arwah, Sayyid Hasan Abthahiy
47. Suara Keadilan, George Jordac
48. Yang Hangat dan Kontroversial dalam Fiqih, Ja?far Subhani
49. Wanita dan Hijab, Murtadha Muthahhari
Pustaka Hidayah 1. 14 Manusia Suci, WOFIS IRAN
2. 70 Salawat Pilihan, Al-Ustads Mahmud Samiy
3. Agama Versus Agama, Ali Syari?ati
4. Akhirat dan Akal, M Jawad Mughniyah
5. Akibat Dosa, Ar-Rasuli Al-Mahalati
6. Al-Quran dan Rahasia angka-angka, Abu Zahrah Al Najdiy
7. Asuransi dan Riba, Murtadha Muthahhari
8. Awal dan Sejarah Perkembangan Islam Syiah, S Husain M Jafri
9. Belajar Mudah Ushuluddin, Dar al-Haqq
10. Bimbingan Keluarga dan Wanita Islam, Husain Ali Turkamani
11. Catatan dari Alam Ghaib, S Abd Husain Dastaghib
12. Dari Saqifah Sampai Imamah, Sayyid Husain M. Jafri
13. Dinamika Revolusi Islam Iran, M Riza Sihbudi
14. Falsafah Akhlak, Murthadha Muthahhari
15. Falsafah Kenabian, Murthada Muthahhari
16. Gerakan Islam, A. Ezzati
17. Humanisme Antara Islam dan Barat, Ali Syari?ati
18. Imam Ali Bin Abi Thalib & Imam Hasan bin Ali Ali Muhammad Ali
19. Imam Husain bin Ali & Imam Ali Zainal Abidin Ali Muhammad Ali
20. Imam Muhammad Al Baqir & Imam Ja?far Ash-Shadiq Ali Muhammad Ali
21. Imam Musa Al Kadzim & Imam Ali Ar-Ridha Ali Muhammad Ali
22. Inilah Islam, SMH Thabataba?i
23. Islam Agama Keadilan, Murtadha Muthahhari
24. Islam Agama Protes, Ali Syari?ati
25. Islam dan Tantangan Zaman, Murthadha Muthahhari
26. Jejak-jejak Ruhani, Murtadha Muthahhari
27. Kepemilikan dalam Islam, S.M.H. Behesti
28. Keutamaan Fatimah dan Ketegaran Zainab, Sayyid Syarifuddin Al Musawi
29. Keagungan Ayat Kursi, Muhammad Taqi Falsafi
30. Kisah Sejuta Hikmah, Murtadha Muthahhari
31. Kisah Sejuta Hikmah [1], Murthadha Muthahhari
32. Kisah Sejuta Hikmah [2],Murthadha Muthahhari
33. Memilih Takdir Allah, Syaikh Ja?far Subhani
34. Menapak Jalan Spiritual, Muthahhari & Thabathaba?i
35. Menguak Masa Depan Umat Manusia, Murtadha Muthahhari
36. Menolak Isu Perubahan Al-Quran, Rasul Ja?farian
37. Mengurai Tanda Kebesaran Tuhan, Imam Ja?far Shadiq
38. Misteri Hari Pembalasan, Muhsin Qara?ati
39. Muatan Cinta Ilahi, Syekh M Mahdi Al-syifiy
40. Nubuwah Antara Doktrin dan Akal, M Jawad Mughniyah
41. Pancaran Cahaya Shalat, Muhsin Qara?ati
42. Pengantar Ushul Fiqh, Muthahhari & Baqir Shadr
43. Perayaan Maulid, Khaul dan Hari Besar Islam, Sayyid Ja?far Murtadha al-Amili
44. Perjalanan-Perjalanan Akhirat, Muhammad Jawad Mughniyah
45. Psikologi Islam, Mujtaba Musavi Lari
46. Prinsip-Prinsip Ijtihad Dalam Islam, Murtadha Muthahhari& M. Baqir Shadr
47. Rasulullah SAW dan Fatimah Ali Muhammad Ali
48. Rasulullah: Sejak Hijrah Hingga Wafat, Ali Syari?ati
49. Reformasi Sufistik, Jalaluddin Rakhmat
50. Salman Al Farisi dan tuduhan Terhadapnya, Abdullah Al Sabitiy
51. Sejarah dalam Perspektif Al-Quran, M Baqir As-Shadr
52. Tafsir Surat-surat Pilihan [1], Murthadha Muthahhari
53. Tafsir Surat-surat Pilihan [2], Murthadha Muthahhari
54. Tawasul, Tabaruk, Ziarah Kubur, Karamah Wali, Syaikh Ja?far Subhani
55. Tentang Dibenarkannya Syafa?at dalam Islam, Syaikh Ja?far Subhani
56. Tujuan Hidup, M.T. Ja?fari
57. Ummah dan Imamah, Ali Syari?ati
58. Wanita Islam & Gaya Hidup Modern, Abdul Rasul Abdul Hasan al-Gaffar
MIZAN 1. 40 Hadis [1], Imam Khomeini
2. 40 Hadis [2], Imam Khomeini
3. 40 Hadis [3], Imam Khomeini
4. 40 Hadis [4], Imam Khomeini
5. Akhlak Suci Nabi yang Ummi, Murtadha Muthahhari
6. Allah dalam Kehidupan Manusia, Murtadha Muthahhari
7. Bimbingan Islam Untuk Kehidupan Suami-Istri, Ibrahim Amini
8. Berhaji Mengikuti Jalur Para Nabi, O.Hasem
9. Dialog Sunnah Syi?ah, A Syafruddin al-Musawi
10. Eksistensi Palestina di Mata Teheran dan Washington, M Riza Sihbudi
11. Falsafah Pergerakan Islam, Murtadha Muthahhari
12. Falsafatuna, Muhammad Baqir Ash-Shadr
13. Filsafat Sains Menurut Al-Quran, Mahdi Gulsyani
14. Gerakan Islam, A Ezzati
15. Hijab Gaya Hidup Wanita Muslim, Murtadha Muthahhari
16. Hikmah Islam, Sayyid M.H. Thabathaba?i
17. Ideologi Kaum Intelektual, Ali Syari?ati
18. Ilmu Hudhuri, Mehdi Ha?iri Yazdi
19. Islam Aktual, Jalaluddin Rakhmat
20. Islam Alternatif, Jalaluddin Rakhmat
21. Islam dan Logika Kekuatan, Husain Fadhlullah
22. Islam Mazhab Pemikiran dan Aksi, Ali Syari?ati
23. Islam Dan Tantangan Zaman, Murtadha Muthahhari
24. Islam, Dunia Arab, Iran, Barat Dan Timur tengah, M Riza Sihbudi
25. Isu-isu Penting Ikhtilaf Sunnah-Syi?ah, A Syafruddin Al Musawi
26. Jilbab Menurut Al Qur?an & As Sunnah, Husain Shahab
27. Kasyful Mahjub, Al-Hujwiri
28. Keadilan Ilahi, Murtadha Muthahhari
29. Kepemimpinan dalam Islam, AA Sachedina
30. Kritik Islam Atas Marxisme dan Sesat Pikir Lainnya, Ali Syari?ati
31. Lentera Ilahi Imam Ja?far Ash Shadiq
32. Manusia dan Agama, Murtadha Muthahhari
33. Masyarakat dan sejarah, Murtadha Muthahhari
34. Mata Air Kecemerlangan, Hamid Algar
35. Membangun Dialog Antar Peradaban, Muhammad Khatami
36. Membangun Masa Depan Ummat, Ali Syari?ati
37. Mengungkap Rahasia Al-Qur?an, SMH Thabathaba?i
38. Menjangkau Masa Depan Islam, Murtadha Muthahhari
39. Menjawab Soal-soal Islam Kontemporer, Jalaluddin Rakhmat
40. Menyegarkan Islam, Chibli Mallat (*0
41. Menjelajah Dunia Modern, Seyyed Hossein Nasr
42. Misteri Kehidupan Fatimah Az-Zahra, Hasyimi Rafsanjani
43. Muhammad Kekasih Allah, Seyyed Hossein Nasr
44. Muthahhari: Sang Mujahid Sang Mujtahid, Haidar Bagir
45. Mutiara Nahjul Balaghah, Muhammad Al Baqir
46. Pandangan Dunia Tauhid,. Murtadha Muthahhari
47. Para Perintis Zaman Baru Islam,Ali Rahmena
48. Penghimpun Kebahagian, M Mahdi Bin Ad al-Naraqi
49. PersinggahanPara Malaikat, Ahmad Hadi
50. Rahasia Basmalah Hamdalah, Imam Khomeini
51. Renungan-renungan Sufistik, Jalaluddin Rakhmat
52. Rubaiyat Ummar Khayyam, Peter Avery
53. Ruh, Materi dan Kehidupan, Murtadha Muthahhari
54. Spritualitas dan Seni Islam, Seyyed Hossein Nasr
55. Syi?ah dan Politik di Indonesia, A. Rahman Zainuddin (editor)
56. Sirah Muhammad, M. Hashem
57. Tauhid Dan Syirik, Ja?far Subhani
58. Tema-Tema Penting Filsafat, Murtadha Muthahhari
59. Ulama Sufi & Pemimpin Ummat, Muhammad al-Baqir
YAPI
JAKARTA 1. Abdullah Bin Saba? dalam Polemik, Non Mentioned
2. Abdullah Bin Saba? Benih Fitnah, M Hashem
3. Al Mursil Ar Rasul Ar Risalah, Muhammad Baqir Shadr
4. Cara Memahami Al Qur?an, S.M.H. Bahesti
5. Hukum Perjudian dalam Islam, Sayyid Muhammad Shuhufi
6. Harapan Wanita Masa Kini, Ali Shari?ati
7. Hubungan Sosial Dalam Islam, Sayyid Muh Suhufi
8. Imam Khomeini dan Jalan Menuju Integrasi dan Solidaritas Islam, Zubaidi Mastal
9. Islam Dan Mazhab Ekonomi, Muhammad Baqir Shadr
10. Kedudukan Ilmu dalam Islam, Sayyid Muh Suhufi
11. Keluarga Muslim, Al Balaghah Foundation
12. Kebangkitan Di Akhirat, Nasir Makarim Syirazi
13. Keadilan Ilahi, Nasir Makarim Syirazi
14. Kenabian, Nasir Makarim Syirazi
15. Kota Berbenteng Tujuh, Fakhruddin Hijazi
16. Makna Ibadah, Muhammad Baqir Shadr
17. Menuju Persahabatan, Sayyid Muh Suhufi
18. Mi?raj Nabi, Nasir Makarim Syrazi
19. Nasehat-Nasehat Imam Ali, Non Mentioned
20. Prinsip-Prinsip Ajaran Islam, SMH Bahesti
21. Perjuangan Melawan Dusta, Bi?that Foundation
22. Persaudaraan dan Persahabatan, Sayyid Muh Suhufi
23. Perjanjian Ilahi Dalam Al-Qur?an, Abdul Karim Biazar
24. Rasionalitas Islam, World Shi?a Muslim Org.
25. Syahadah, Ali Shari?ati
26. Saqifah Awal Perselisihan Umat, O Hashem
27. Sebuah Kajian Tentang Sejarah Hadis, Allamah Murthadha Al Askari
28. Tauhid, Nasir Makarim Syirazi
29. Wasiat Atau Musyawarah, Ali Shari?ati
30. Wajah Muhammad, Ali Shari?ati
YAPI
Bangil 1. Akal dalam Al-Kafi, Husein al-Habsyi
2. Ajaran- ajaran Al-Quran, Sayid T Burqi & Bahonar
3. Bimbingan Sikap dan Perilaku Muslim, Al Majlisi Al-Qummi
4. Hawa Nafsu, M Mahdi Al Shifiy
5. Konsep Ulul Amri dalam Mazhab-mazhab Islam, Musthafa Al Yahfufi
6. Kumpulan Khutbah Idul Adha, Husein al-Habsyi
7. Kumpulan Khutbah Idul Fitri, Husein al-Habsyi
8. Metode Alternatif Memahami Al-Quran, Bi Azar Syirazi
9. Manusia Seutuhnya, Murtadha Muthahhari
10. Polemik Sunnah-Syiah Sebuah Rekayasa, Izzudddin Ibrahim
11. Pesan Terakhir Rasul, Non Mentioned
12. Pengantar Menuju Logika, Murtadha Muthahhari
13. Shalat Dalam Madzhab AhlulBait, Hidayatullah Husein Al-Habsyi
Rosdakarya 1. Catatan Kang Jalal, Jalaluddin Rakhmat
2. Derita Putri-Putri Nabi, M. Hasyim Assegaf
3. Fatimah Az Zahra, Jalaluddin Rakhmat
4. Khalifah Ali Bin Abi Thalib, Jalaluddin Rakhmat
5. Meraih Cinta Ilahi, Jalaluddin Rakhmat
6. Rintihan Suci Ahlul Bait Nabi, Jalaluddin Rakhmat
7. Tafsir Al fatihah: Mukaddimah, Jalaluddin Rakhmat
8. Tafsir Bil Ma?tsur, Jalaluddin Rakhmat
9. Zainab Al-Qubra, Jalaluddin Rakhmat
Al-Hadi 1. Al-Milal wan-Nihal, Ja?far Subhani
2. Buku Panduan Menuju Alam Barzakh, Imam Khomeini
3. Fiqh Praktis, Hasan Musawa
CV
Firdaus 1. Al-Quran Menjawab Dilema keadilan, Muhsin Qira?ati
2. Imamah Dan Khalifah, Murtadha Muthahhari
3. Keadilan Allah Qadha dan Qadhar, Mujtaba Musawi Lari
4. Kemerdekaan Wanita dalam Keadilan Sosial Islam, Hashemi Rafsanjani(et. al)
5. Pendidikan Anak: Sejak Dini Hingga Masa Depan, Mahjubah Magazine
6. Tafsir Al Mizan: Ayat-ayat Kepemimpinan, S.M.H. Thabathaba?i
7. Tafsir Al-Mizan: Surat Al-Fatihah, S.M.H. Thabathaba?i
8. Tafsir Al-Mizan: Ruh dan Alam Barzakh, S.M.H. Thabathaba?i
9. Tauhid: Pandangan Dunia Alam Semesta, Muhsin Qara?ati
10. Al-Qur?an Menjawab Dilema Keadilan, Muhsin Qara?ati
Pustaka Firdaus 1. Saat Untuk Bicara, Sa?di Syirazi
2. Tasawuf: Dulu dan Sekarang, Seyyed Hossein Nasr
Risalah
Masa 1. Akar Keimanan, Sayyid Ali Khamene?i
2. Dasar-Dasar Filsafat Islam[2], Bahesty & Bahonar
3. Hikmah Sejarah-Wahyu dan Kenabian [3], Bahesty & Bahonar
4. Kebebasan berpikir dan Berpendapat dalam Islam, Murtadha Muthahhari
5. Menghapus Jurang Pemisah Menjawab Buku al Khatib, Al Allamah As Shafi
6. Pedoman Tafsir Modern, Ayatullah Baqir Shadr
7. Kritik Terhadap Materialisme, Murtadha Muthahhari
8. Prinsip-Prinsip Islam [1], Bahesty & Bahonar
9. Syi?ah Asal-Usul dan Prinsip Dasarnya, Sayyid Muh. Kasyful Ghita
10. Tauhid Pembebas Mustadh?afin, Sayyid Ali Khamene?i
11. Tuntunan Puasa, Al-Balagha
12. Wanita di Mata dan Hati Rasulullah, Ali Syari?ati
13. Wali Faqih: Ulama Pewaris Kenabian,
Qonaah 1. Pendekatan
Sunnah Syi?ah, Salim Al-Bahansawiy
Bina Tauhid Memahami Al Qur?an, Murthadha Muthahhari
Mahdi Tafsir Al-Mizan: Mut?ah, S.M.H. Thabathabai
Ihsan Pandangan Islam Tentang Damai-Paksaan, Muhammad Ali Taskhiri
Al-Kautsar 1. Agar Tidak Terjadi Fitnah, Husein Al Habsyi
2. Dasar-Dassar Hukum Islam, Muhsin Labib
3. Nabi Bermuka Manis Tidak Bermuka Masam, Husein Al Habsyi
4. Sunnah Syi?ah Dalam Ukhuwah Islamiyah, Husain Al Habsyi
5. 60 Hadis Keutamaan Ahlul Bait, Jalaluddin Suyuti
Al-Baqir 1. 560 Hadis Dari Manusia Suci, Fathi Guven
2. Asyura Dalam Perspektif Islam, Abdul Wahab Al-Kasyi
3. Al Husein Merajut Shara Karbala, Muhsin Labib
4. Badai Pembalasan, Muhsin Labib
5. Darah Yang Mengalahkan Pedang, Muhsin Labib
6. Dewi-Dewi Sahara, Muhsin Labib
7. Membela Para Nabi, Ja?far Subhani
8. Suksesi, M Baqir Shadr
9. Tafsir Nur Tsaqalain, Ali Umar Al-Habsyi
Al-Bayan 1. Bimbingan Islam Untuk Kehidupan Suami Istri, Ibrahim Amini
2. Mengarungi Samudra Kebahagiaan, Said Ahtar Radhawi
3. Teladan Suci Kelurga Nabi, Muhammad Ali Shabban
As-Sajjad 1. Bersama Orang-orang yang Benar, Muh At Tijani
2. Imamah, Ayatullah Nasir Makarim Syirazi
3. Ishmah Keterpeliharaan Nabi Dari Dosa, Syaikh Ja?far Subhani
4. Jihad Akbar, Imam Khomeini
5. Kemelut Kepemimpinan, Ayatullah Muhammad Baqir Shadr
6. Kasyful Asrar Khomeini, Dr. Ibrahim Ad-Dasuki Syata
7. Menjawab Berbagai Tuduhan Terhadap Islam, Husin Alhabsyi
8. Nabi Tersihir, Ali Umar
9. Nikah Mut?ah Ja?far, Murtadha Al Amili
10. Nikah Mut;ah Antara Halal dan Haram, Amir Muhammad Al-Quzwainy
11. Surat-Surat Revolusi, AB Shirazi
Basrie
Press 1. Ali Bin Abi Thalib di Hadapan Kawan dan Lawan, Murtadha Muthahhari
2. Manusia Dan Takdirnya, Murtadha Muthahhari
3. Fiqh Lima Mazhab, Muhammad Jawad Mughniyah
Pintu Ilmu Siapa,
Mengapa Ahlul Bayt, Jamia?ah Al-Ta?limat Al-Islamiyah Pakistan
Ulsa Press 1. Mengenal Allah, Sayyid MR Musawi Lari
2. Islam Dan Nasionalisme, Muhammad Naqawi
3. Latar Belakang Persatuan Islam, Masih Muhajeri
4. Tragedi Mekkah Dan Masa Depan Al-Haramain, Zafar Bangash
5. Abu Dzar, Ali Syari?ati
6. Aqidah Syi?ah Imamiyah, Syekh Muhammad Ridha Al Muzhaffar
7. Syahadat Bangkit Bersaksi, Ali Syari?ati
Gua Hira 1. Kepemimpinan
Islam, Murtadha Muthahhari
Grafiti 1. Islam Syi?ah: Allamah M.H. Thabathaba?i
2. Pengalaman Terakhir Syah, William Shawcross
3. Tugas Cendikiawan Muslim, Ali Syaria?ti
Effar
Offset Dialog Pembahasan Kembali Antara Sunnah & Syi?ah Sulaim Al-Basyari & Syaraduddien Al ?Amili
Shalahuddin
Press 1. Fatimah Citra Muslimah Sejati, Ali Syari?ati
2. Gerbang Kebangkitan, Kalim Siddiqui
3. Islam Konsep Akhlak Pergerakan, Murtadha Muthahhari
4. Panji Syahadah, Ali Syari?ati.
5. Peranan Cendekiawan Muslim, Ali Syari?ati
Ats-Tsaqalain Sunnah
Syi?ah dalam Dialog, Husein Al Habsyi
Pustaka Kehidupan
Yang Kekal, Morteza Muthahari
Darut
Taqrib Rujuk
Sunnah Syi?ah, M Hashem
Al-Muntazhar 1. Fiqh Praktis Syi?ah Imam Khomeini, Araki, Gulfaigani, Khui
2. Ringkasan Logika Muslim, Hasan Abu Ammar
3. Saqifah Awal Perselisihan Umat, O Hashem
4. Tauhid: Rasionalisme Dan Pemikiran dalam Islam, Hasan Abu Ammar
Gramedia Biografi
Politik Imam Khomeini, Riza Sihbudi
Toha
Putra Keutamaan
Keluarga Rasulullah, Abdullah Bin Nuh
Gerbang
Ilmu Tafsir
Al-Amtsal (Jilid 1), Nasir Makarim Syirazi
Al-Jawad 1. Amalan Bulan Ramadhan Husein Al-Kaff
2. Mi?raj Ruhani [1], Imam Khomeini
3. Mi?raj Ruhani [2] Imam Khomeni
4. Mereka Bertanya Ali Menjawab, M Ridha Al-Hakimi
5. Pesan Sang Imam, Sandy Allison (penyusun)
6. Puasa dan Zakat Fitrah Imam Khomeini & Imam Ali Khamene?i
Jami?ah al-Ta?limat al-Islamiyah Tuntutan Hukum Syari?at, Imam Abdul Qasim
Sinar
Harapan 1. Iran Pasca Revolusi, Syafiq Basri
2. Perang Iran Perang Irak, Nasir Tamara
3. Revolusi Iran, Nasir Tamara
Mulla
Shadra 1. Taman Para Malaikat, Husain Madhahiri
2. Imam Mahdi Menurut Ahlul Sunnah Wal Jama?ah, Hasan Abu Ammar
Duta Ilmu 1. Wasiat Imam Ali, Non Mentioned
2. Menuju Pemerintah Ideal, Non Mentioned
Majlis Ta?lim Amben 114 Hadis Tanaman, Al Syeikh Radhiyuddien
Grafikatama
Jaya Tipologi Ali Syari?ati
Nirmala Menyingkap Rahasia Haji, Syeikh Jawadi Amuli
Hisab Abu
Thalib dalam Polemik, Abu Bakar Hasan Ahmad
Ananda Tentang Sosiologi Islam, Ali Syari?ati
Iqra Islam dalam Perspektif Sosiologi Agama, Ali Shari?ati
Fitrah Tuhan dalam Pandangan Muslim, S Akhtar Rizvi
Lentera
Antarnusa Sa?di Bustan, Sa?di
Pesona Membaca Ali Bersama Ali Bin Abi Thalib, Gh R Layeqi
Rajawali
Press 1. Tugas Cendekiawan Muslim, Ali Shari?ati
Bina
Ilmu Demonstran Iran dan Jum?at Berdarah di Makkah, HM Baharun
Pustaka
Pelita 1. 1. Akhirnya Kutemukan Kebenaran, Muh Al Tijani Al Samawi
2. Cara Memperoleh Haji Mabrur, Husein Shahab
3. Fathimah Az-Zahra: Ummu Abiha, Taufik Abu ?Alama
4. Pesan Terakhir Nabi, Non Mentioned
Pustaka 1. Etika Seksual dalam Islam, Morteza Muthahhari
2. Filsafat Shadra, Fazlur Rahman
3. Haji, Ali Syari?ati
4. Islam dan Nestapa Manusia Modern, Seyyed Hosein Nasr
5. Islam Tradisi Seyyed, Hosein Nasr
6. Manusia Masa Kini Dan Problem Sosial, Muhammad Baqir Shadr
7. Reaksi Sunni-Syi?ah, Hamid Enayat
8. Surat-Surat Politik Imam Ali, Syarif Ar Radhi
9. Sains dan Peradaban dalam Islam, Sayyed Hossein Nasr
Pustaka Jaya Membina Kerukunan Muslimin, Sayyid Murthadha al-Ridlawi
Islamic Center Al-Huda 1. Jurnal Al Huda (1)
2. Jurnal Al Huda (2)
3. Syiah Ditolak, Syiah Dicari, O. Hashem
4. Mutiara Akhlak Nabi, Syaikh Ja?far Hadi
Hudan
Press 1. Tafsir Surah Yasin, Husain Mazhahiri
2. Do?a-Do;a Imam Ali Zainal Abidin
Yayasan Safinatun Najah 1. 1. Manakah Jalan Yang Lurus (1), Al-Ustads Moh. Sulaiman Marzuqi Ridwan
2. Manakah Jalan Yang Lurus (2), Al-Ustads Moh. Sulaiman Marzuqi Ridwan
3. Manakah Jalan Yang Lurus (3), Al-Ustads Moh. Sulaiman Marzuqi Ridwan
4. Manakah Shalat Yang Benar (1), Al-Ustads Moh. Sulaiman Marzuqi Ridwan
Amanah Press Falsafah Pergerakan Islam, Murtadha Muthahhari
Yayasan Al-Salafiyyah Khadijah Al-Kubra Dalam Studi Kritis Komparatif, Drs. Ali S. Karaeng Putra
Kelompok
Studi Topika Hud-Hud
Rahmaniyyah, Dimitri Mahayana
Muthahhari
Press/Muthahhari Papaerbacks 1. Jurnal Al Hikmah (1)
2. Jurnal Al Hikmah (2)
3. Jurnal Al Hikmah (3)
4. Jurnal Al Hikmah (4)
5. Jurnal Al Hikmah (5)
6. Jurnal Al Hikmah (6)
7. Jurnal Al Hikmah (7)
8. Jurnal Al Hikmah (8)
9. Jurnal Al Hikmah (9)
10. Jurnal Al Hikmah (10)
11. Jurnal Al Hikmah (11)
12. Jurnal Al Hikmah (12)
13. Jurnal Al Hikmah (13)
14. Jurnal Al Hikmah (14)
15. Jurnal Al Hikmah (15)
16. Jurnal Al Hikmah (16)
17. Jurnal Al Hikmah (17)
18. Shahifah Sajjadiyyah, Jalaluddin Rakhmat (penyunting)
19. Manusia dan Takdirnya, Murtadha Muthahhari
20. Abu Dzar, Ali Syariati
21. Pemimpin Mustadha?afin, Ali Syariati
Serambi 1. Jantung Al-Qur?an, Syeikh Fadlullah Haeri
2. Pelita Al-Qur?an, Syeikh Fadlullah Haeri
Cahaya Membangun
Surga Dalam Rumah Tangga, Huzain Mazhahiri
(Non Mentioned) 1. Sekilas Pandang Tentang Pembantain di Masjid Haram, Non Mentioned
2. Jumat Berdarah Pembantaian Kimia Rakyat Halajba 1988, Non Mentioned
3. Al-Quran dalam Islam, MH Thabathabai
4. Ajaran-Ajaran Asas Islam, Behesti
5. Wacana Spiritual, Tabligh Islam Program
6. Keutamaan Membaca Juz Amma, Taufik Yahya
7. Keutamaan Membaca Surah Yasin, Waqiah, Al Mulk, Taufik Yahya
8. Keutamaan Membaca Surah Al-Isra & Al-Kahfi, Taufik Yahya
9. Bunga Rampai Keimanan, Taufik Yahya
10. Bunga Rampai Kehidupan Sosial, Taufik Yahya
11. Bunga Rampai Pendidikan, Husein Al-Habsyi
12. Hikmah-Hikmah Sholawat ,Taufik Yahya
13. Bunga Rampai Pernikahan, Taufik Yahya
14. Hikmah-Hikmah Puasa, Taufik Yahya
15. Hikmah-Hikmah Kematian, Taufik Yahya
16. Wirid Harian, Non Mentioned
17. Do?a Kumay,l Non Mentioned
18. Do?a Harian, Non Mentioned
19. Do?a Shobah, Non Mentioned
20. Do?a Jausyan Kabir, Non Mentioned
21. Keutamaan Shalat Malam Dan Do?anya, Non Mentioned
22. Do?a Nutbah, Non Mentioned
23. Do?a Abu Hamzah Atsimali, Non Mentioned
24. Do?a Hari Arafah (Imam Husain), Non Mentioned
25. Do?a Hari Arafah (Imam Sajjad), Non Mentioned
26. Do?a Tawassul, Non Mentioned
27. Do?a Untuk Ayah dan Ibu, Non Mentioned
28. Do?a Untuk Anak, Non Mentioned
29. Do?a Khatam Qur?an, Non Mentioned
30. Doa Sebelum dan Sesudah Baca Qur?an, Non Mentioned
31. Amalan Bulan Sya?ban dan Munajat Sya?baniyah, Non Mentioned
Salam, saudaraku semuslim
Trima kasih atas petunjuk buku-2 tersebut. Saya yakin anda belum bisa membaca semua dengan tuntas. Tapi saya sangat berterima kasih atas usaha anda mengumpulkan topik2 tersebut yang sudah berbahasa Indonesia. Semoga Allah memberi balasan yang banyak. Saya akan coba mengkoleksi semua yang anda tulis dan saya coba mempelajarinya. Kita tak boleh ikut anjuran antum segampang itu untuk menjauhinya, tapi saya juga punya pikiran dan analisis. Ala kuli hal, ana trima kasih antum telah menunjuki banyak titel-2 yang harus saya borong dan jadikan bahan diskusi yang bermanfaat untuk umat. Salam dari kami. Was.
dear brothers, ass-salamualakum
i am homelass in the city of seattle (wa) our here police department doing crime aginest with me police do not have any evidence to i am doing stealling crime our here and i all so report to the police department same one assault me but police officer do not assist me and i all so contact to the law firm the do not assist me and i all contact to the media all around the national no one want to take the responsibility about the crime,
i am from india i all so contact to the my country media the do not take the responsibility about the crime,
i beleave behand the crime (us) government
i need your help, thank you
note, i am in (u,s,a) since 1994
dear brothers, ass-salamualakum
i am homelass in the city of seattle (wa) our here police department doing crime aginest with me police do not have any evidence to i am doing stealling crime our here and i all so report to the police department same one assault me but police officer do not assist me and i all so contact to the law firm the do not assist me and i all so contact to the media all around the national no one want to take the responsibility about the crime,
i am from india i all so contact to the my country media the do not take the responsibility about the crime
i beleave behand the crime (us) government
i need your help, thank you
note, i am in (u,s,a) since 1994
Assalamu’alaikum ya ustadz,
terus terang saja saya ingin mengamalkan amalan dan do’a dari manapun, terutama dari ustadz, karena saya ingin menghapal al Qur’an secara cepat dan bertahan selama hidup
Wassalam
Andol
Assalamu’alaikum ya ustadz,
pertama saya minta izin buat ambil artikel n doa d web anda,
kedua saya sangat terbantu dengan adanya situs ini
ketiga semoga apa yg anda berikan mendapatkan balasannya
wassalam
Assalamu’alaykum wr. wb
Mohon perkenannya untuk saya dapat mengambil apa yang ada di sini, tentunya dengan harapan Allah segera membalas dengan jauh lebih baik. Terimakasih.
Wassalamu’alaykum wr. wb
suatu blog yang sangat bermanfaat. terima kasih untuk berita dan informasinya
salam hangat,
romie
http://www.engineeringtown.com
Salam kenal Ustaz ! saya baru tahu dan mampir di web ini, kelihatannya saya langsung jatuh cinta. dan akan saya jadikan salah satu web favorit saya. Semoga usaha dan amal ustaz dapat ganjaran yang banyak serta dapat pengakuan dari Ahlil Bait. Was.
Assalamualaikum
apakah buku terbitannya amalan dan doa sehari-hari sudah bisa di beli di gramedia atau belum pak syam???
assalamualaikum wr.wb bapak ust bagaimana mengikuti pengajian islam praktis di sbya dimana? ada infak bagaimana mendapatkan kaligrafi salam kenal wassalam Wr. wb
Ass Wr Wb, saya mohon maaf sebelum, saya telah mengcopy bacaan tersebut diatas, semoga amalan bagi penulis dan bermanfaat bagi yng membaca. saya akan mengamalan bacaan yang telah saya copy.